Miftachul Akhyar Jadi Ketua Umum MUI, Gantikan Posisi Ma’ruf Amin

66
Miftachul Akhyar Jadi Ketua Umum MUI, Gantikan Posisi Ma’ruf Amin
Musyawarah Nasional (Munas) X Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Sultan, Jakarta pada Jumat dini hari, Jumat, 27 November 2020 pukul 00.00 sampai 01.30 WIB untuk menetapkan pimpinan harian MUI periode 2020-2025.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia demisioner KH Ma’ruf Amin memimpin rapat tersebut, menerima banyak masukan dalam pemilihan dewan pimpinan harian Majelis Ulama Indonesia periode 2020-2025 itu. Pimpinan harian MUI 2020-2025 diisi beberapa kalangan muda yang sudah lama aktif di MUI.

Namun, ada juga beberapa nama baru muncul karena aspek kualifikasi dan keterwakilan organisasi masyarakat (ormas). Sekretaris Tim Formatur sekaligus Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia demisioner Anwar Abbas mengatakan pemilihan pengurus Majelis Ulama Indonesia melibatkan banyak aspek. Sebab, Majelis Ulama Indonesia sebagai tenda besar umat Islam.

Selain menetapkan formasi kepengurusan baru, Munas X Majelis Ulama Indonesia menghasilkan sejumlah keputusan antara lain di bidang fatwa, Munas memutuskan empat fatwa soal haji dan satu fatwa soal human deploit cell. Sementara itu untuk rekomendasi, Munas X Majelia Ulama Indonesia mengeluarkan Taujihat Jakarta merespons berbagai problematika dan dinamika mutakhir di tingkat nasional dan internasional.

Hasil keputusan Munas tersebut menetapkan KH Miftachul Akhyar, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia periode 2020-2025 menggantikan Prof KH Ma’ruf Amin.

Di posisi Sekretaris Jenderal Munas menetapkan Dr Amirsyah Tambunan. Sedangkan Ketua Dewan Pertimbangan, Prof KH Ma’ruf Amin.  Munas juga menetapkan sejumlah nama untuk menduduki posisi wakil ketua umum yaitu Buya Anwar Abbas, KH Marsyudi Suhud, dan  Buya Basri Bermanda. Pemilihan tersebut melalui rapat tertutup 17 tim formatur dengan mengikuti protokol kesehatan dan menjalani rapid test.

“Suasananya sangat cair, tidak alot, sehingga alhamdulillah pertemuan hasilkan keputusan Dewan Pengurus Harian dan Dewan Pertimbangan. Hasilnya tidak boleh diganggu gugat,” kata Kiai Ma’ruf yang didaulat sebagai ketua tim formatur, di arena Munas X Majelis Ulama Indonesia, Jakarta, Jumat (27/11).

BACA JUGA:  Warga Desa Pagelaran Cianjur, Geram Bansos BPNT Kok Ayam Hidup,?

Ketujuh belas tim formatur tersebut yaitu Prof Dr KH Ma’ruf Amin (unsur ketua umum), Dr Anwar Abbas (unsur sekjen), Prof Didin Hafidhuddin (unsur  wantim), KH Bambang Maryono (unsur MUI Kepri),  Dr KH Khaeruddin Tahmid  (unsur MUI Lampung), KH Rahmat Syafei  (unsur MUI Jawa Barat), KH Maman Supratman  (unsur MUI Bali), Khairil Anwar (unsur MUI Kalteng), Drs KH Ryhamadi  (unsur Majelis Ulama Indonesia Sultra), Dr Abdullah Latuapo  (unsur Majelis Ulama Indonesia Maluku) KH Masduki Baidhlowi  (unsur NU), Dr Amirsyah Tambunan (unsur Muhammadiyah), Buya Basri Barmanda (unsur Perti), KH Amad Sodikun (unsur Syarikat Islam), Dr Jeje Zainuddin (unsur Persatuan Islam), Prof Amany Lubis (unsur perguruan tinggi), KH Abdul Gofar Rozin (unsur pesantren).***