Asrul Sani: Pengurus MUI Lebih Baik Orang Yang Tidak Berseberangan Dengan Pemerintah

70
Asrul Sani: Pengurus MUI Lebih Baik Orang Yang Tidak Berseberangan Dengan Pemerintah
Tokoh PPP, Asrul Sani
Kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Asrul Sani menyikapi tidak masuknya beberapa tokoh dalam kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang baru saja dibentuk dalam hasil kongres selenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta, 25-27 November 2020.

Asrul Sani berpendapat orang yang mengisi MUI lebih baik orang yang cenderung tidak berseberangan dengan pemerintah. Sebab, MUI dinilai wadah organisasi bagi seluruh umat Islam. Orang yang bersikap oposisi, kata Arsul, lebih pantas ada di parpol.

“Yang duduk di MUI memang sebaiknya bukan yang sikap dasarnya cenderung beroposisi terhadap kekuasaan. Mereka yang bersikap dasar seperti ini memang lebih pas ada di partai politik atau gerakan masyarakat sipil, bukan di wadah bersama para ulama,” ujarnya Jumat (26/11/2020).

Meskipun demikian, Asrul Sani berharap MUI tetap melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Dia meminta MUI tetap mengingatkan jika ada kebijakan yang tidak pas.

“Harapan umat Islam kan memang menginginkan MUI tetap kritis terhadap pemegang kekuasaan. Maknanya, ketika pemerintah benar kebijakannya, ya disikapi positif. Ketika pemerintah dianggap menyimpang atau tidak pas, ya harus diingatkan sesuai prinsip amar ma’ruf nahi munkar,” kata Asrul Sani.

Seperti diketahui, pengurus MUI 2020-2025 masih diisi beberapa nama lama, namun Din Syamsuddin hingga Tengku Zulkarnain tak ada di struktur kepengurusan. Din Syamsuddin sebelumnya menjabat Ketua Dewan Pertimbangan MUI. Din telah menyatakan tak akan menghadiri Munas MUI sebelum gelaran itu dilaksanakan.

Tengku Zulkarnain, yang dikenal kerap berseberangan dengan kebijakan pemerintah, juga tak ada di struktur kepengurusan MUI 2020-2025. Tengku Zul menghormati hasil Munas MUI dan menyatakan akan fokus berdakwah keliling Indonesia dan dunia.

Tokoh-tokoh yang dikenal berafiliasi dengan PA 212 juga tak lagi menjadi pengurus MUI 2020-2025. Bachtiar Nasir, yang duduk sebagai Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI, tak mendapat posisi baru di kepengurusan teranyar. Bachtiar Nasir aktif memimpin GNPF MUI ketika kasus penodaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tengah panas-panasnya.

BACA JUGA:  Dana Hibah 7,8 Miliar Diduga Diselewengkan, Kejari Tangsel Geledah Kantor KONI Sita 130 Dokumen dan 1 Unit Komputer