KPK Tangkap Walikota Cimahi

43
KPK Tangkap Walikota Cimahi
KETUA KPK beberkan Barang Bukti OTT WALIKOTA CIMAHI ft Istimewa
JAKARTA, banten.indeksnews.com – KPK Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menangkap pejabat terkait dugaan korupsi. Kali ini Wali Kota Cimahi, Jawa Barat yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT), Jumat 27 November 2020 sekitar pukul 10.00 WIB. Ajay ditangkap atas dugaan proyek pengadaan pembangunan RS di Cimahi.

Pimpinan KPK RI menyampaikan keterangan pers untuk menentukan status hukum Walikota Cimahi Ajay Muhammad Priatna pasca diamankan dalam operasi tangkap tangan, Sabtu (28/11) pagi.

Ketua KPK Firli Bahuri menyebut penangkapan Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna terkait dugaan korupsi RS.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi  Nurul Ghufron membenarkan penangkapan terhadap Wali Kota Cimahi ketiga ini pada hari jumat 27 Nopember 2020.

“Iya benar,” singkat Ghufron.

Komisi Pemberantasan Korupsi mengamankan barang bukti bentuk uang tunai sebesar Rp420 juta dari kesepakatan sebesar Rp3,2 miliar.

Sementara itu, Ajay menjadi Wali Kota Cimahi Ketiga yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi. Sebelum menangkap Ajay, Komisi Pemberantasan Korupsi juga pernah menangkap Atty Suharti, Wali Kota Cimahi sebelumnya. Atty Suharti yang menjabat Wali Kota Cimahi, periode 2012-2017 ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi karena terjerat kasus korupsi proyek pembangunan Pasar Atas Kota Cimahi.

Bukan hanya Atty Suharti, suaminya juga yang merupakan mantan Wali Kota Cimahi, Itoc Tochija ditangkap saat itu. Itoc menjabat Wali Kota Cimahi pertama periode 2001-2012 terjerat kasus korupsi yang sama dengan Istrinya.

Sementara itu, selain menjabat Wali Kota Cimahi, Ajay yang menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Cimahi juga berkiprah di berbagai organisasi yakni Ketua Bidang Konstruksi dan Perumahan Umum, KADIN Jawa Barat, Bendahara Umum FKPPI, dan Wakil Ketua KOSOGORO Bandung, dan Pengurus KNPI.

Ajay dilantik bersama wakilnya, Ngatiyana, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Minggu 22 Oktober 2017 setelah memenangkan pilkada 2017 mengalahkan pasangan Hj. Atty Suharti-Ir. H. Achmad Zulkarnain dan Pasangan H. Asep Hadad Didjaya- dr.R.Adj. Irma Indriyani.