Komplotan Pelaku Penipuan 14 Mobil Rental Dibekuk Aparat Kepolisian

30
Komplotan pelaku penipuan 14 Mobil Rental Dibekuk Aparat Kepolisian
Komplotan pelaku dugaan penipuan dan penggelapan 14 unit mobil rental dibekuk aparat Polsek Semboro Jember, Jawa Timur.

Kapolsek Semboro, Iptu Fatchur Rohman mengatakan komplotan dugaan penipuan dan penggelapan itu semuanya perempuan.

“Wonder women. Karena ada tujuh orang yang diduga sebagai pelaku. Kalau melihat hasil pemeriksaan, mereka ini satu kelompok,” kata Fatchur Rahman, Jumat (27/11/2020).

Dari tujuh orang pelaku penipuan tersebut baru satu orang yang berhasil di tangkap yakni Tentrem Dwi Hariyati (43) warga Desa Gunungsari Kecamatan Umbulsari.

Polisi menangkap Tentrem di tangkap di sebuah rumah sebuah rumah yang berada di kawasan Jember kota.

Sedangkan enam orang lainnya, kata Fatchur, masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Tersangka utama sudah kami tangkap, enam lainnya masuk daftar pencarian orang,” tegas Fatchur.

Fatchur menceritakan, tersangka penipuan, Tentrem merupakan tersangka utama dalam kompolotan ini.

Fatchur menceritakan, pekan lalu, pihaknya mendapatkan laporan kasus penipuan dan penggelapan dari seorang warga

Pelapor mengaku satu unit mobilnya, yang dititipkan di jasa penyewaan mobil, tidak kembali setelah disewa oleh seseorang. Tidak hanya tidak kembali, uang sewa mobil juga tidak mengalir lagi.

Setelah satu warga itu melapor, beberapa hari lalu, kembali seorang warga juga melapor. Kali ini, dia melapor ada 14 unit mobil yang tidak kembali setelah disewa oleh Tentrem.

“Kami langsung melakukan pelacakan. Salah satu yang kami lakukan, adalah mencari mobil yang disewa oleh tersangka,” ujar Fatchur.

Selama tiga hari, pihak Polsek Semboro akhirnya bisa menemukan 14 unit mobil yang digadaikan kepada seseorang.

Setelah mendapatkan laporan dari dua orang, polisi bergerak melacak keberadaan tersangka dan mobil.

Dari pengakuan tersangka peristiwa itu berlangsung antara bulan Maret sampai September 2020.

BACA JUGA:  Belasan THM dan Diskotik di Tutup Paksa Bupati Bekasi, Ini Daftarnya :

Modus operansinya dan kawan-kawan adalah menyewa mobil dari pemilik usaha jasa rental mobil. Sementara mobil yang disewakan itu milik sejumlah orang.

Tentrem menyewa mobil itu seharga Rp 200.000 РRp 250.000 per hari. Dia menyewa langsung selama 10 hari untuk satu mobil.

Mobil yang disewanya kemudian digadaikan kepada seseorang. Cara seperti itu berulang sampai belasan kali.

“Mobil digadaikan untuk membayar uang sewa mobil. Begitu seterusnya. Awalnya pembayaran sewa mobil lancar untuk dua bulan. Setelah itu, macet bahkan mobil tidak kembali,” lanjut Fatchur.