Peristiwa Palu, Empat Dibunuh, Ada yang Dipenggaldan Enam Rumah Dibakar

92
Peristiwa di Palu, Empat Dibunuh, Ada yang Dipenggal, Satu Gereja dan Enam Rumah Dibakar
Desa Lemba Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dengan Puing pung rumah dan Gereja ft Istimewa
PALU, banten.indeksnews.com– Palu Empat orang dibunuh, di antaranya dipenggal dan satunya dibakar. Sebuah gereja berupa pos pelayanan dan enam rumah jemaat juga dibakar di Palu, Sulawesi Tengah. Pelakunya orang tak dikenal (OTK), sementara para korban adalah anggota jemaat Pos Pelayanan Lewonu, Gereja Bala Keselamatan.

Palu begitu tragis itu persisnya terjadi di Desa Lemba Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (27/11/2020), sekitar pukul 08.00 Wita. Lokasi kejadian terpencil.

Palu ini beredar sejak Jumat siang di aplikasi pesan WhatsApp dan telah terkonfirmasi, seperti dikutip dari situs media online lokal di Sulteng, Media Alkhairaat Online, Sabtu, (28/11/2020).

Satu keluarga diduga dibunuh dan dibakar di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Hingga berita ini diturunkan berapa korban jiwa masih simpang siur.

Kasus itu menggemparkan warga sekitar pada Jumat pagi sekitar pukul 09.00 Waktu Indonesia Tengah (WITa). Polisi menyebut lokasi pembunuhan di pegunungan di desa setempat.

Informasi yang dihimpun sementara, pelaku adalah Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Sulawesi Tengah, namun Polisi belum memastikan hal itu karena masih bekerja di lokasi.

Desa Lemba Tongoa Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah ft istw
Desa Lemba Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah ft istw

“Kami mengutuk keras semua tindakan kekerasan brutal sehingga menimbulkan korban jiwa. Kami sangat mengharapkan perhatian yang sungguh-sungguh dan serius dari pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Sulteng untuk bisa memberikan rasa aman dan damai bagi semua masyarakat,” kata Frits Kandori.

Sebagai umat kristiani, kata dia, pihaknya meminta kepada Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, untuk memberikan perhatian khusus mengenai hal ini, agar mereka bisa menyambut masa raya Natal dengan damai.

Kantor Berita Antara juga telah mengonfirmasi peristiwa tersebut kepada Sekretaris Desa Lemba Tongoa, Rifai.

BACA JUGA:  Emak-Emak Pemilik IVA Skin Care Dicokok Polisi, 20 Tahun Jualan Kosmetik Ilegal

Kata Rifai, keempat jenazah tersebut masih berada di lokasi kejadian dan belum di evakuasi.

“Dari informasi saya dapatkan ada empat orang. Itu mertua, anak, menantu,” katanya kepada Antara.

Dinformasikan bahwa Kapolres Sigi, AKBP Yoga Priyahutama bersama sejumlah personel telah datang ke lokasi kejadian.

Peristiwa pembunuhan satu keluarga di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), oleh orang tak dikenal (OTK) beredar di media sosial. Pembunuhan itu juga disebut dibarengi pembakaran rumah dan gereja di sekitar lokasi kejadian.

Kapolda Sulteng Irjen Abdul Rakhman Baso membenarkan bahwa peristiwa itu telah beredar di media sosial Facebook. Namun, dia menegaskan tidak ada gereja yang dibakar dalam peristiwa itu.

“Iya benar ada laporan kejadian beredar di Facebook. Cuma perlu diluruskan bahwa di antara yang dibakar tidak ada gereja,” kata Irjen Rakhman Baso, Sabtu (28/11/2020).

Sebelumnya, satu keluarga di Desa Lembatongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulteng, dibunuh OTK. Empat anggota keluarga kemudian ditemukan tewas mengenaskan di sekitar rumahnya.

Dari informasi yang diperoleh, peristiwa itu terjadi pada Jumat (27/11) sekitar pukul 10.00 Wita. Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara rinci. Menurutnya, polisi masih melakukan pengecekan dan olah TKP di rumah korban.

“Masih dilakukan penyelidikan terkait jejak ataupun barang milik pelaku yang tertinggal di lokasi. Jadi belum bisa dipastikan sekelompok OTK yang lakukan pembunuhan sadis tersebut berasal dari mana,” tutur Didik.