Permasalahkan Penyakit Habib Rizieq, Bima Arya Dihujat Natizen

33
Permasalahkan penyakit Habib Rizieq, Bima Arya Dihujat Natizen
Polemik tentang kondisi penyakit Habib Rizieq Shihab hingga kini menimbulkan kesimpangsiuran dan meresahkan masyarakat.

Apalagi sikap yang di ambil Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor dituding arogan dan menyalahgunakan kekuasaan untuk memperoleh detail hasil pemeriksaan kesehatan Habib Rizieq dengan cara menekan RS UMMI Bogor.

MER-C menyesalkan sikap Walikota Bogor yang tidak beretika dalam mempublikasi kondisi pasien (Habib Rizieq Shihab) kepada publik, sehingga menimbulkan kesimpangsiuran dan keresahan bagi masyarakat.

“Terkait dengan Habib Rizieq yang mempercayakan kepada MER-C untuk melakukan pemeriksaan dan pengawalan kesehatan. MER-C mengirim beliau untuk beristirahat di RS,” kata Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad, seperti dikutip di situs MER-C, Minggu (29/11/2020).

Namun, selama di RS mendapatkan perlakuan yang kurang beretika dan melanggar hak Habib Rizieq selaku pasien dari Walikota Bogor dengan melakukan intervensi terhadap tim medis yang sedang bekerja, sehingga menganggu pasien yang sedang beristirahat.

“Walikota Bogor perlu belajar etika kedokteran tentang independensi tenaga medis dalam bekerja dan hak pasien untuk menerima atau menolak atas semua upaya pemeriksaan dan pengobatan yang akan diberikan tanpa ada intervensi atau tekanan pihak manapun,” ujarnya.

“Jangankan dalam situasi normal, di daerah bencana dan peperangan saja wajib kita selaku tenaga medis tetap menjaga profesionalitas dan menghormati hak-hak pasien,” tambahnya.

Seharusnya, dikatakan dr Sarbini Walikota Bogor mempercayakan hal ini kepada RS dan Tim Medis yang menangani karena tim medis mengetahui langkah-langkah apa yang perlu dan tidak perlu dilakukan untuk menangani pasien.

Maka dengan itu, MER-C sebagai Tim Medis independen yang diminta keluarga untuk turut menangani kesehatan Habib Rizieq Shihab dengan ini menyayangkan sikap Walikota Bogor yang melakukan intervensi dan tekanan kepada RS, Tim Medis dan pasien.

BACA JUGA:  Longsor Cimanggung Sumedang, Beberapa Orang Termasuk Pengembang di Periksa Polda Jabar

“Saat ini semua pemeriksaan yang perlu dilakukan tengah berjalan dan pengobatan akan dijalankan sesuai dengan masalah kesehatan yang ditemukan,” ujarnya.

dr Sarbini meminta agar semua pihak tidak membuat kegaduhan, menjaga privasi pasien dan mempercayakan kepada tim medis yang menangani.

Tak hanya MER-C, netizenpun banyak mengecam Bima Arya, rekan separtainya yakni Mustofa Nahrawardaya juga mengaku malu dengan sikap politisi PAN itu.

Segini amat pejabat muda. Jangan tanyakan dari Parpol apa ya. Malu saya. pic.twitter.com/TAXCIbFvvQ— MUSTOFA NAHRAWARDAYA (@TofaTofa_id) November 28, 2020

“Segini amat pejabat muda. Jangan tanyakan dari Parpol apa ya. Malu saya,” tulisnya di akun twitter @TofaTofa_id.

Komentarnya tersebut menuai reaksi dari para netizen lainnya. Bahkan tak sedikit yang mengungkit kasus korupsi di Kota Bogor
“Hei @ BimaAryaS..kamu pengen benget sih tau rekam medis orang.

Saya jg pengen tau donk alasan kamu minta Penangguhan Penahanan anak buah kamu yg jd Tersangka Korupsi ?,” tulis @dusrimulya.

Bahkan sebelumnya ada netizen yang membeberkan soal UU Kedokteran, Kesehatan dan Rumah Sakit. Bahwa apa yang telah dilakukan Bima Arya beserta jajarannya dalam melaporkan RS UMMI Bogor adalah melanggar hak pasien dan rumah sakit.

Hei @BimaAryaS ..kamu pengen benget sih tau rekam medis orang.

Saya jg pengen tau donk alasan kamu minta Penangguhan Penahanan anak buah kamu yg jd Tersangka Korupsi?

pic.twitter.com/3v67E5kNI2 – Pengacara Muda (@dusrimulya) 28 November 2020.

“Makin lama kelihatannya lucu. Sudah ada aturan Pasal 48 ayat 2 UU Praktik Kedokteran. Pasal 73 ayat 2 UU Tenaga Kesehatan, Undang-Undang tentang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 Pasal 57 dan 154 seolah-olah di abaikan dan lebih mengedepankan arogansi kekuasaan,” tulis tulis @hukum.

BACA JUGA:  Kursi Fraksi PDI-P DPRD Kab. Sukabumi Kosong, Ini Tanggapan Yudha Sukmagara