Ijin Usaha RS UMMI Terancam Dicabut

34
Ijin Usaha RS UMMI Terancam Dicabut
RS UMMI dianggap tak bisa bersinergi dengan Satgas Covid-19 Kota Bogor dalam penanganan pimpinan FPI Habib Rizieq Syihab, terkait pelaporan setiap pasien yang telah melakukan tes Swab.

Seharusnya pihak RS UMMI memiliki itikad baik untuk bisa bekerja sama dengan Satgas Covid-19 Kota Bogor agar melaporkan data pasien yang dirawatnya. Sementara, RS UMMI menutupi data hasil swab tes dari Habib Rizieq.

Kasatpol PP Kota Bogor Agustian Syah mengatakan merujuk pada Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 107 tentang PSBMK Kota Bogor ada sanksi bagi badan usaha yang kedapatan menghalangi upaya proses penegakan peraturan dalam menangani wabah menular. Sanksi maksimal bisa berupa penutupan izin usaha.

Berdasarkan peraturan tersebut Satgas Covid-19 Kota Bogor mengancam akan menutup izin usaha Rumah Sakit UMMI Kota Bogor, Jawa Barat.

Hal itu dilakukan karena RS UMMI dianggap tak bisa bersinergi dengan Satgas Covid-19 Kota Bogor dalam penanganan pimpinan FPI Habib Rizieq Syihab.

“Ini dapat dikenakan sanksi sampai maksimalnya penutupan izin usaha. Jadi ada sanksi yang melekat pada nanti Rumah Sakit UMMI apabila tetap bersikukuh tidak mau melaporkan hasil swab dari pasien tersebut kepada Satgas Covid-19 Kota Bogor,” kata Agustian, seperti dilensir detiknews.com, Sabtu (18/11/2020).

Agus mengatakan upaya untuk melakukan swab ulang terhadap Habib Rizieq telah coba dilakukan oleh Satgas Covid-19 Kota Bogor. Namun, keluarga dari Habib Rizieq menolak permintaan dari satgas.

“Hanya memang keluarga yang bersangkutan kurang berkenan karena alasannya baru paginya diswab,” ujar Agus.

Diduga menghambat tugas Satgas Covid-19 dalam menanggulangi penyebaran penyakit menular, Satgas akhirnya melaporkan Dirut dan Managemen RS UMMI Kota Bogor ke Polresta Bogor.

Humas Rumah Sakit UMMI, Chaerudin, mengaku belum berkomunikasi dengan Direktur Utama, Andi Tatat terkait pelaporan tersebut.

BACA JUGA:  Pelaku Spesialis Pencurian Barang Elektronik di Sukabumi, Hampir Babak Belur di Amuk Warga

Menurut Chaerudin, pihaknya saat ini menunggu arahan lebih lanjut dari manajemen Rumah Sakit UMMI dalam menyikapi pelaporan terhadap Dirut.

Saya masih menunggu arahan lebih lanjut dari manajemen,” ujar Chaerudin.

“Belum (berkomunikasi dengan Dirut Andi Tatat). Saya mengerti saat ini beliau sedang sibuk terkait hal tersebut. Saya menunggu arahan beliau lebih lanjut,” katanya.***