Mahfud MD: Pemerintah Akan Tindak Tegas, Kutuk Pembunuhan di Sigi

39
Mahfud MD: Pemerintah Akan Tindak Tegas, Kutuk Pembunuhan di Sigi
Menko Polhukam Mahfud MD FT iSTIMEWA
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Menko Polhukam Mahfud MD mengutuk keras kasus pembunuhan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Pemerintah mulai mengejar kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) akibat peristiwa tersebut. Pemerintah juga menyatakan duka yang mendalam kepada para korban dan keluarganya atas kejadian tersebut.

“Pemerintah akan melakukan tindakan tegas dan memburu pelaku melaui Tim atau Satgas Operasi Tinombala terhadap para pelaku kekejian dan kebengisan terhadap suatu kelurga yang menyebabkan terbunuhnya empat orang di Sigi,” Mahfud MD melalui keterangan video, Minggu (29/11/2020).

“Tentu pemerintah mengutuk keras kepada pelakunya dan menyatakan duka yang mendalam kepada korban dan keluarganya,” terang Mahfud MD

Menurut Mahfud, pemerintah sesuai perintah Presiden telah melakukan langkah-langkah, melakukan pengejaran serta pengepungan terhadap tempat yang dicurigai memiliki keterkaitan dengan para pelaku.

“Pemerintah juga sudah melakukan langkah-langkah untuk melakukan pengejaran, tadi tim Tinombala sudah menyampaikan tahap tahap yang dilakukan untuk mengejar pelaku dan melakukan isolasi serta pengepungan terhadap tempat yang dicurigai ada kaitan dengan para pelaku,” lanjutnya.

Adapun pelaku pembantaian tersebut, menurut pemerintah adalah sisa-sia kelompok Santoso atau biasa dikenal MIT. Kelompok MIT saat ini dipimpin oleh Ali Kalora, sosok yang mengeksekusi langsung para korban para peristiwa tersebut. Saat ini Satgas Tinombala diturunkan untuk mengejar pelaku.

Di sisi lain, Mahfud meminta para pimpinan umat beragama khususnya di Sulawesi Tengah, tetap menjalin silaturrahim agar masyarakat tidak terprovokasi isu-isu sara. Dia mengaskan agama apapun hadir untuk membangun perdamaian.

“Terus melakukan silaturahim, untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu sara. Karena sebenarnya yang terjadi bukan disebuah gereja, tetapi memang di sebuah tempat yang selama ini secara tidak rutin menjadi tempat pelayanan umat. Tetapi pelakunya memang Mujahidin Indonesia Timur,” tuturnya.

BACA JUGA:  Sri Bintang Pamungkas Gugat BCA Rp 10 Miliar, Direktur Santoso Liem Angkat Bicara