Teluk Kembali Memanas Pasca Terbunuhnya Ilmuwan Nuklir Iran

29
Teluk kembali memanas pasca terbunuhnya ilmuwan nuklir Iran
Ketegangan di wilayah teluk kembali terjadi pasca pembunuhan seorang ilmuwan Iran, Mohsen Fakhrizadeh, yang diduga dunia barat otak di balik program nuklir rahasia Iran.

Masih belum ada yang menyatakan bertanggung jawab atas kematian ilmuan ini. Tetapi Iran menyalahkan Israel ada di balik pembunuhan ini.

Ketegangan tersebut membuat Kapal induk Amerika Serikat (AS) kembali bergerak menuju wilayah Teluk.

Seorang juru bicara Angkatan Laut AS menepis perpindahan kapal induk ini dipicu oleh “ancaman” apapun setelah pembunuhan ilmuwan nuklir terkenal di Iran.

Komandan Rebecca Rebarich, seorang juru bicara Armada ke-5 AS, mengatakan kepada AFP kembalinya kapal induk USS Nimitz yang bertenaga nuklir itu tidak ada hubungannya dengan “ancaman spesifik /khusus.”

Tidak ada ancaman khusus yang memicu kembalinya Nimitz Carrier Strike Group,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Kembalinya Nimitz berpusat pada mempertahankan kemampuan CENTCOM untuk tetap siap membantu menjaga stabilitas dan keamanan regional,” kata Rebarich, merujuk pada Komando Pusat AS.

Pentagon mengatakan sebelumnya bahwa kelompok kapal induk akan memberikan dukungan tempur dan perlindungan udara ketika militer menarik ribuan pasukan dari Irak dan Afghanistan pada pertengahan Januari, di bawah perintah dari Presiden Donald Trump.

Dilensir tribunnews, Sekitar 2.000 pasukan akan ditarik dari Afghanistan dan 500 dari Irak, tersisa sekitar 2.500 di setiap negara.

Akun Twitter Armada ke-5 menunjukkan gambar-gambar sayap udara Nimitz yang melakukan operasi penerbangan di Teluk, pada Sabtu (28/11/2020).

Alutsista yang pembawa biasanya termasuk kapal penjelajah, skuadron perusak, dan pesawat tempur.***

BACA JUGA:  Pemkab Sukabumi Targetkan 6.710 Nakes Tervaksinasi Covid-19