Pedagang Pasar di Lebak Merasa Dirugikan Dengan Sintem Ganjil-Genap

34
Pedagang Pasar di Lebak Merasa Dirugikan Dengan Sintem Ganjil-Genap
Para pedagang pasar di Kabupaten Lebak merasa dirugikan dengan sistem ganjil-genap yang diberlakukan dalam pedoman PSBB jilid II demi mencegah penyebaran Covid-19.

Disperindag terus meminta pedagang dan pengunjung mematuhi protokol kesehatan (Prokes), namun pedagang minta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak agar kebijakan itu ditinjau ulang.

Kabid Pasar Disperindag Lebak, Dedi Setiawan, mengatakan, sistem ganjil-genap membuat para pedagang mengeluh, salah satunya di Pasar Rangkasbitung.

“Pedagang keberatan dengan sistem itu lalu membuat pernyataan agar itu dikaji ulang oleh Satgas Covid-19. Kami hanya pelaksana di lapangan, keputusannya jadi ranah Satgas,” terang Dedi, Senin (30/11/2020).

Disperindag menghimbau, terutama di PSBB ketiga ini yang tidak lagi ada pembatasan jumlah pedagang. Tentu kekhawatiran, maka dari itu kuncinya adalah semua yang ada di lingkungan pasar wajib disiplin protokol kesehatan.

“Hal yang melegakan, hasil swab tes terhadap pegawai Disperindag hingga petugas penarik retribusi dan parkir yang negative,” kata Dedi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak akhirnya menghapus aturan terkait pembatasan jumlah pedagang di pasar dengan sistem ganjil-genap saat masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II.

Namun, pada PSBB yang kembali diperpanjang mulai dari 23 November sampai 19 Desember, sistem tersebut tidak lagi diberlakukan.***

BACA JUGA:  Filipina Tambah Tarif Impor Rp20 Juta, Industri Otomotif Indonesia Gigit Jari