Hotman Paris Bela Ponakan Prabowo di Kasus Ekspor Benur, Ini Alasannya

43
Hotman Paris Bela Ponakan Prabowo di Kasus Ekspor Benur, Ini Alasannya
Hotman Paris Hutapea ft istw
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Hotman Paris  Hutapea menyatakan diri sebagai kuasa hukum dari Hashim Djojohadikusumo dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Hotman mengaku memang sudah lama digandeng keluarga itu.

“Saya sudah kuasa hukumnya sejak krisis moneter sejak 98, sayalah yang menyelamatkan banyak perusahaannya Hashim dan Prabowo waktu krisis moneter tahun 98 dari kasus-kasus kepailitan, ya memang sudah sebagai klien sudah kayak kerabat,” ucap Hotman Paris  Hutapea , Jumat (4/12/2020).

Hotman Paris Hutapea akan memberikan keterangan pers siang ini mengenai ekspor benih lobster atau benur yang menjerat Edhy Prabowo sewaktu menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) oleh KPK. Dia menepis bila Hashim dan Saraswati terlibat dalam urusan itu secara tidak benar.

“Dia murni dengan prosedur formal, permohonan diajukan, sampai sekarang belum keluar izinnya, sampai hari ini, jadi otomatis tidak pernah ekspor, malah rugi dong, karena dia sudah bikin keramba bayi lobster ya sekarang nggak bisa dijual karena emang izin ekspornya belum ada, nggak dikasih,” kata Dia.

Siang ini Pengacara top itu berencana menggelar konferensi pers di bilangan Pluit, Jakarta Utara. Seperti diketahui, Hashim Djojohadikusumo merupakan adik dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Sedangkan Saraswati Djojohadikusumo adalah anak Hashim yang juga keponakan Prabowo. Keduanya juga elite Partai Gerindra.

Sejak kebijakan ekspor benur diizinkan eks Menteri KKP Edhy Prabowo, yang juga pernah menjadi elite Partai Gerindra, nama Hashim dan Saraswati terus dikaitkan. Pada bulan Juli lalu, ramai pemberitaan perusahaan Hashim dan Saraswati, PT Bima Sakti Mutiara, disebut mendapat izin ekspor benih lobster oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dipimpin Edhy. Namun keduanya langsung membantah kabar tersebut.

BACA JUGA:  Kasus Perceraian Tinggi, Ratusan Perempuan di Purwakarta Jadi Janda

Video bantahan itu diunggah oleh Saraswati di akun medsosnya. Dalam pernyataannya, Hashim menegaskan perusahaannya memperoleh izin budi daya lobster, bukan ekspor.

“Fokus utama PT Bima Sakti Mutiara adalah budi daya lobster, bukan ekspor. Selain lobster, ada juga budi daya teripang, kerapu, dll. Sampai saat ini PT Bumi Sakti Mutiara BELUM PERNAH melakukan ekspor benih lobster (benur),” tulis Saras di akun Facebooknya.

Kebijakan ekspor benih lobster membuat Edhy Prabowo tersandung kasus suap dan ditangkap KPK. Edhy sendiri langsung menanggalkan jabatannya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan serta sebagai elite Partai Gerindra usai dirinya menjadi tersangka.