Hujan Deras di Purbalingga, Luapan Sungai Klawing Rendam 6 Desa

59
Hujan Deras di Purbalingga, Luapan Sungai Klawing Rendam 6 Desa
Purbalingga – Akibat Hujan deras yang mengguyur wilayah Purbalingga, Jawa Tengah, permukiman warga di sepanjang daerah aliran sungai Klawing terendam banjir dengan ketinggian hingga 1,5 meter.

Sebanyak enam desa terdampak luapan Sungai Klawing yakni Desa Jetis, Gambarsari, Muntang, Kalialang, Sumilir dan Toyareja. Banjir mulai terjadi sejak Rabu malam, 2 Desember 2020, hingga Kamis dini hari, 3 Desember.

Ketua Harian PMI Purbalingga, Drg Hanung Wikantono mengatakan, tim dari Palang Merah Indonesia Purbalingga bersama BPBD Purbalingga dan unsur lainnya telah melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak luapan sungai Klawing serta menyiapkan tempat pengungsian dan dapur umum.

“Tempat pengungsian yang disiapkan di SDN 1 Jetis. Di tempat ini kami juga menyiapkan dapur umum,” katanya.

Hanung yang juga merupakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga itu menambahkan bahwa jumlah pengungsi di SDN Jetis pada saat ini ada sekitar 141 orang.

“Sedangkan dari Desa Toyareja, Kecamatan Purbalingga dan juga dari Desa Gambarsari Kemangkon jumlah pengungsi belum terdata dan masih dalam proses pendataan,” katanya.

Sementara itu dia juga menambahkan bahwa wilayah yang terdampak banjir paling parah adalah Desa Jetis yang meliputi Dusun II wilayah RW 03 di RT 6,7 dan 8.

“Hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir ini, namun kami mengimbau seluruh warga untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan,” katanya.

Hanung juga menambahkan bahwa pihak Dinas Kesehatan Purbalingga sudah menugaskan tim dan juga telah menyiapkan kebutuhan obat dan logistik.

Luapan sungai Klawing yang berakibat banjir ini, Kepala Pelaksana Harian BPBD Purbalingga Umar Fauzi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan lokasi pengungsian, yakni warga Desa Jetis mengungsi di SD 1 Jetis dengan jumlah pengungsi 15 warga. Kemudian di Desa Toyareja ada 30 orang yang mengungsi di balai desa setempat dan 100 warga mengungsi di Balai Desa Gambarsari.

BACA JUGA:  Kapolri Listyo Launching Aplikasi Dumas Presisi, Dalam Rangka Wujudkan Transparansi

“Kami juga telah menyiapkan dapur umum yang beroperasi sejak Kamis dinihari. Sehingga logistik para pengungsi telah tercukupi,” katanya.

Umar meminta warga untuk terus waspada, karena kemungkinan masih akan hujan. Sehingga bagi warga yang berada di wilayah rawan bencana banjir tetap siaga.

“Saat ini, kami tengah melakukan pendataan secara rinci jumlah rumah dan warga terdampak banjir,” tukasnya.***