Munarman Sekretaris Umum FPI Blak-Blakan Akui Bahwa FPI Main Politik dan Punya Misi Politik Rahasia

80
Sekretaris Umum FPI Munarman saat berbincang-bincang dengan Akbar Faizal
Sekretaris Umum FPI Munarman saat berbincang-bincang dengan Akbar Faizal ft istimewa
JAKARTA, banten.indeksnews.com- Munarman Sekretaris Umum Front Pembela Islam, mengatakan bahwa FPI bukanlah sekedar organisasi masyarakat biasa. Ia mengatakan bahwa FPI juga memainkan peran politik nasional dan memiliki misi politik.

Ketika dicecar dalam sebuah pertanyaan oleh Akbar Faizal dalam sebuah wawancara eksklusif di channel youtubenya pada 30 November 2020 tentang FPI yang ikut terjun di dalam dunia politik, Munarman mengatakan bahwa hal itu benar adanya.

Namun Munarman memberikan catatan bahwa FPI terjun ke dunia politik tetapi politik non kekuasaan. Lebih lanjut Dia mengatakan bahwa politik non kekuasaan yang dimaksudkan adalah bukan untuk meraih simpati dan mendapatkan kursi di pemerintahan. Akan tetapi, FPI berfokus pada politik di luar pemerintahan.

Salah satu contohnya adalah FPI pernah ikut terlibat dalam politik pada sebelum Pemilihan Presiden 2019 dengan menawarkan beberapa program ke salah satu pasangan calon. Saat itu FPI memilih untuk berada di kubu Prabowo dan Sandiaga Uno.

“Kalau dalam pengertian politik non kekuasaan, iya (FPI sudah masuk ke area politik). Artinya kita begini ya kita melakukan apa yang sudah dicatat oleh publik itu bukan untuk meraih simpati dan mendapatkan kursi, tapi dalam konteks politik misalnya tentu saja ya kita ambil gampangnya kasus Pilkada DKI Jakarta 2017, tentunya konteks itu ya, kita masuk ke wilayah seperti itu, dalam konteks politik 2019 kita memilih salah satu pasangan ya, tapi bukan untuk kepentingan kitanya, karena kita menawarkan programnya”, ucapnya.

Sedangkan terkait dengan dakwah-dakwah yang sering dilakukan oleh FPI, Dia menjelaskan bahwa dakwah merupakan salah satu dari bagian program kerja FPI.

Program kerja lainnya yang difokuskan FPI adalah terkait dengan bantuan-bantuan kemanusiaan dengan memanfaatkan lembaga kemanusiaan yang dimilikinya.

BACA JUGA:  Tangsel Ikut Penandatanganan Komitmen Penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik Tahun 2021

“Dakwah itu hanya satu bagian sementara bagian yang kedua itu ada yang namanya hisbah, Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Dan ada yang dakwah kita bagi lagi, ada yang dakwah bil lisan, itu yang ceramah-ceramah agama, ilmu-ilmu agama, ada dakwah bil haal, ya bantuan kemanusiaan, kita punya lembaga kemanusiaan”, pungkas nya.