Politik Uang Berkedok Santunan, Airin Rachmi Diany Gunakan APBD Untuk Untungkan Paslon No.3?

243
Money Politik Berkedok Santunan, Airin Rachmi Diany Gunakan APBD Untuk Untungkan Paslon No.3?
Airin Dalam salah satu acara Santunan ft istw
TANGSEL,banten.indeksnews.com – Dugaan Politik Uang. 6 Hari menjelang Pencoblosan Pemerintah Kota Tangerang Selatan di Bawah Kepemimpinan Airin Rachmi Diany melakukan kegiatan Santunan yang dilaksanakn di 54 Kelurahan Se Kota Tangerang Selatan. Kegiatan Santunan yang menggunakan Anggarang Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020.

Di Duga di salah gunakan sebagai suatu kegiatan Politik Uang yang menguntungkan Paslon Nomor 3 Benyamin Davnie – Pilar Saga Ichsan. Terlihat ada sebuah foto kegiatan di Kelurahan Kedaung Pamulang yang didalamnya Sdri Airin Rachmi Diany Mengapit seorang nenek dengan Latar belakang Foto Paslon Nomor urut 3.

“Kami tidak menolak kegiatan Santunan  ini tapi kami mempertanyakan Kenapa Kegiatan ini dilaksanakan di hari hari menjelang Pencoblosan dugaan Politik uang.” Kata Rizal Khoirur Roziqin, SH selaku Koordinator TAUT.

kORDINATOR TAUT ft Istimewa
kORDINATOR TAUT ft Istimewa

“Apakah kegiatan ini tidak bisa di tunda sampai setelah Hari Pencoblosan kenapa mesti dipaksakan Hingga di Hari Tenang pun kegiatan ini dilaksanakan.” imbuhnya lagi.

“Atas dasar itulah kami melaporkan Sdri Airin Rachmi Diani Ke BAWASLU Kota Tangerang Selatan dengan Dugaan pelanggaran Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan dengan Pasal 71 Ayat 3 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan

Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota Menjadi Undang-Undang : Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati atau Wakil Bupati, dan Walikota atau Wakil Walikota dilarang menggunakan kewenangan, program, dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon baik di daerah sendiri maupun di daerah lain dalam waktu 6 (enam) bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan penetapan pasangan calon terpilih.

BACA JUGA:  Ade Armando : Poligami Seenak Udel Somad

“Dengan demikian, kami membuat laporan 3 Desember 2020. dugaan pelanggaran Pemilihan Umum Kepala Daerah Kota Tangerang Selatan yang diduga telah dilakukan oleh Airin Rachmi Diany Selaku Walikota Tangerang Selatan kepada BAWASLU Kota Tangerang Selatan untuk ditindaklanjuti.” pungkasnya