Tanah Bergerak di Garut, 20 Rumah Tertimbun Material Longsoran

52
Tanah Bergerak di Garut, 20 Rumah Tertimbun Material Longsoran
Intensitas curah hujan yang tinggi dan pergerakan tanah mengakibatkan terjadinya longsor di Desa Sukamulya dan Desa Sukalaksana, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis, 3 Desember 2020 sekitar pukul 06.30 WIB

Akibatnya sekitar 20 unit rumah tertimbun oleh material longsor dan menutup akses jalan menuju ke dua desa tersebut.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Jawa Barat Budi Budiman Wahyu mengatakan dua puluh rumah yang tertimbun itu berada di Desa Sukalaksana, tepatnya di Kampung Sawah Jeruk dengan jumlah rumah yang tertimbun sebanyak 18 unit di RT 05/02 dan dua unit rumah di Kampung Bojonghaur RT 02/01.

Dari data yang dilaporkan, 307 rumah lainnya terancam bencana longsor dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 171 KK di Kampung Sawah Jeruk dan 15 KK di Kampung Bojonghaur.

“Korban jiwa nihil, tetapi 59 KK dengan jumlah 180 jiwa mengungsi ke pengungsian di SMP Talegong,” ujar Budiman.

Budiman mengatakan, penyebab longsor disinyalir karena hujan deras yang cukup lama mengguyur wilayah tersebut. Material longsor pun sempat menutupi Jalan Provinsi di Talegong.”Saat ini sedang melakukan pembersihan longsoran menggunakan alat beat, dan masih dalam tahap pembersihan areal longsoran,” ujar Budiman.

Diberitakan sebelumnya, longsor menerjang Kampung Sawah Jeruk, Desa Sukamulya, Talegong, Kamis (3/12/2020) pagi sekitar pukul 06.30 WIB.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Garut Tubagus Sofyan mengatakan tebing setinggi 400 meter longsor di lokasi tersebut.

“Telah terjadi longsor skala besar dan pergerakan tanah yang terbawa oleh air hujan sehingga lumpur dan air mengganggu Jalan Provinsi Pangalengan-Rancabuaya serta rumah warga tertimbun,” ucap Tubagus, Kamis.

Longsor diduga terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak Rabu (2/12).

BACA JUGA:  Tuyul Kuras Uang Warga di Sukabumi, MUI Turun Tangan

Tubagus menjelaskan, longsor mengakibatkan Jalan utama Garut-Bansung via Pangalengan tidak bisa dilalui oleh kendaraan. Selain itu, longsor juga menyebabkan sebanyak 7 unit rumah milik warga setempat tertimbun.

“Ada 7 unit rumah yang tertimbun. Untuk korban jiwa nihil,” ucap Tubagus.

DI samping 20 unit rumah warga yang tertimbun longsor, BPBD juga mengidentifikasi sekitar 92 unit rumah lain yang terancam.

Kabupaten Garut merupakan salah satu wilayah dengan potensi bahaya tanah longsor dengan tingkat kerawanan sedang hingga tinggi. Sebanyak 42 kecamatan teridentifikasi dengan potensi bahaya tersebut. Hal tersebut dapat dilihat pada analisis InaRISK yang dapat diakses pada inarisk.bnpb.go.id.

Dilihat pada prakiraan cuaca tiga harian dari BMKG, Provinsi Jawa Barat termasuk yang berpotensi terjadi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada hari ini, Jumat (4/12). Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya hidrometerologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang.

Sumber: Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB