KPK Menahan tiga tersangka korupsi bansos di Kemensos, Pukul 02:45 Dini hari Mensos Juliari Datang Ke Gedung Merah Putih

63
KPK Menahan tiga tersangka korupsi bansos di Kemensos, Pukul 02:45 Dini hari Mensos Juliari Datang Ke Gedung Merah Putih
Ketua KPK Firli Bahuri saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Minggu dini hari. FT ISTW
JAKARTA, banten.indeksnews.com- KPK Komisi Pemberantasan Korupsi menahan tiga tersangka kasus korupsi berupa penerimaan sesuatu oleh penyelenggara negara atau yang mewakilinya di Kementerian Sosial RI terkait bantuan sosial (Bansos) untuk wilayah Jabodetabek 2020.

Tiga tersangka yang ditahan KPK, yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kemensos Matheus Joko Santoso (MJS) serta dari pihak swasta Ardian I M (AIM) dan Harry Sidabuke (HS).

“Para tersangka saat ini dilakukan penahanan rutan selama 20 hari pertama terhitung sejak 5 Desember 2020 sampai dengan 24 Desember 2020,” kata Ketua KPK Firli Bahuri saat jumpa pers di Gedung Merah Putih, Jakarta, Minggu dini hari.

Firli mengatakan tersangka Matheus ditahan Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi Cabang Gedung Merah Putih Jakarta, Ardian di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi Cabang Pomdam Jaya Guntur Jakarta, dan Harry di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi Kavling C1 (Gedung ACLC/Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi yang lama).

Sementara untuk dua tersangka lainnya segera menyerahkan diri, yaitu Menteri Sosial Juliari Peter Batubara (JPB) baru tiba di Komisi Pemberantasan Korupsi , sedangkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kemensos Adi Wahyono (AW) dihimbau untuk menyerahkan diri.

Menteri Sosial Juliari Peter Batubara tiba di gedung merah putih pada Minggu 6 Desember 2020 sekitar pukul 02.45 WIB. ft istw
Menteri Sosial Juliari Peter Batubara tiba di gedung merah putih pada Minggu, 6 Desember 2020 sekitar pukul 02.45 WIB. ft istw

Menteri Sosial Juliari Peter Batubara tiba di gedung merah putih pada Minggu, 6 Desember 2020 sekitar pukul 02.45 WIB.

Juliari tampak mengenakan jaket hitam, celana cokelat, topi hitam dan masker masuk ke gedung merah putih didampingi oleh sejumlah petugas Komisi Pemberantasan Korupsi.

Ia langsung naik menggunakan tangga menuju ruang pemeriksaan di lantai 2. Saat awak media mencoba untuk meminta pernyataannya, Juliari hanya melambaikan tangannya dan melanjutkan langkah menaiki tangga gedung Merah Putih.

Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Juliari sebagai tersangka karena diduga menerima suap senilai sekitar Rp17 miliar dari rekanan pengadaan bansos COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek.

BACA JUGA:  Polda Metro-Kementerian ATR Bentuk Satgas, Percepat Penanganan Kasus Mafia Tanah

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri mengatakan perkara tersebut diawali adanya pengadaan bansos penanganan COVID-19 berupa paket sembako di Kementerian Sosial RI tahun 2020 dengan nilai sekitar Rp5,9 triliun dengan total 272 kontrak pengadaan dan dilaksanakan dengan 2 periode.

Komisi Pemberantasan Korupsi menduga Mensos menerima suap senilai Rp17 miliar dari “fee” pengadaan bantuan sosial sembako untuk masyarakat terdampak COVID-19 di Jabodetabek.

“Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima ‘fee’ Rp12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh MJS (Matheus Joko Santoso) kepada JPB (Juliari Peter Batubara) melalui AW (Adi Wahyono) dengan nilai sekitar Rp8,2 miliar,” kata Firli.

Pemberian uang tersebut selanjutnya dikelola oleh Eko dan Shelvy N selaku orang kepercayaan Juliari untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi Juliari.

“Untuk periode kedua pelaksanaan paket Bansos sembako, terkumpul uang ‘fee’ dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp8,8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan JPB,” tambah Firli.

Sehingga total suap yang diduga diterima Juliari adalah senilai Rp17 miliar.