Polda Jatim Tangkap Satu Tersangka Kasus Ancaman Pembunuhan Terhadap Mahfud MD

98
Polda Jatim Tangkap Satu Tersangka Kasus Ancaman Pembunuhan Terhadap Mahfud MD
Tersangka Aji Dores warga Pamekasan SAAT DI Polda Jatim ft istw
SURABAYA, banten.indeksnews.com- Polda Jatim berhasil menangkap satu tersangka kasus dugaan ancaman pembunuhan dan penggerudukan di rumah ibunda Menko Polhukam Mahfud MD di Pamekasan.

“Adalah tersangka Aji Dores warga Pamekasan. Ancaman pembunuhan ini muncul pasca massa menggeruduk rumah ibunda Mahfud MD tersebut.”kata Irjen Pol Nico Afinta di Polda Jatim.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta menjelaskan penangkapan tersebut setelah adanya penyelidikan.

“Kita ketahui bersama ada beberapa ucapan-ucapan yang berisi ancaman terhadap diri pribadi sehingga menimbulkan rasa takut. Dan ada satu orang yang mengucap bunuh.. bunuh,” kata Nico di Mapolda Jatim, Sabtu, (5/12/2020).

tersangka Aji Dores warga Pamekasan saat demo di Depan Rumah Mahfud MD ft istimewa
tersangka Aji Dores warga Pamekasan saat demo di Depan Rumah Mahfud MD ft istimewa

Kemudian tim Dirreskrimum Polda dan Polrestabes Pamekasan melakukan penyelidikan dan akhirnya tersangka berhasil ditangkap.

Diketahui sebelumnya, sebuah video yang berdurasi selama 32 detik di medsos instagram massa mendatangi kediaman Menko Polhukam Mahfud MD di Pamekasan madura pada tanggal 1 Desember kemarin Rumah tersebut dihuni oleh ibunda Mahfud MD.

Saat menggeruduk, massa meminta Mahfud MD untuk keluar dari rumahnya. Dengan mengucapkan kata-kata pengancaman kekerasan dengan kalimat “BUNUH MAHFUD”.

Massa kemudian membubarkan diri setelah personel kepolisian datang mengamankan lokasi.

Pelaku bernama Aji Dores, berhasil ditangkap di Jalan Raya Proppo, Pertigaan Desa Campor Kecamatan, Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura oleh petugas Gabungan dari Ditreskrimum dan Ditintelkam Polda Jatim, Satuan Reserse kriminal dan Satuan Intelkam Polres Pamekasan.

Dari hasil penangkapan tersebut, didapati barang bukti berupa bukti rekaman yang berisi kalimat ancaman pembunuhan, serta pakaian yang digunakan.

Atas tindakannya, aparat menjerat tersangka dengan Pasal 160 KUHP, Pasal 335 KUHP dan/atau Pasal 93 juncto Pasal 9 dengan ancaman penjara enam tahun.

BACA JUGA:  Gubernur Banten Soal Penunjukan Langsung Rp 2,5 M : Sesuai Prosedur