Banjir di Lebak Semakin Meluas, Ketinggian Air Hingga 2,5 Meter

79
Banjir di Lebak Semakin Meluas, Ketinggian Air Hingga 2,5 Meter
Lebak – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bekerja sama dengan TNI, Polri, Relawan terus berupaya melakukan evakuasi terhadap korban banjir yang melanda wilayah Kabupaten Lebak, Banten.

Dikabarkan banjir semakin meluas hingga 18 kecamatan dan merendam 1.817 rumah akibat meluapnya sejumlah sungai di daerah tersebut.

Banjir di Kabupaten Lebak terjadi Senin (7/12/2020) pukul 12.00 WIB setelah curah hujan dengan intensitas lebat, sedang dan ringan berlangsung cukup lama dan mengakibatkan sejumlah sungai meluap. Masyarakat yang terdampak banjir tersebut tersebar di 18 kecamatan, antara lain Wanasalam, Cigemblong, Malingping, Cirinten, Bojongmanik, Leuwidamar, Gunungkencana, Banjarsari, Muncang, Lebak Gedong, Cirinten, Cipanas, Cijaku, Cileles, Cimarga, Kalanganyar, Cibadak, dan Rangkasbitung.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Pebby Rezky Pratama mengatakan, selama ini daerah tersebut setiap akhir dan awal tahun menjadi langganan banjir, karena lokasinya di sepanjang aliran sungai.

Kondisi warga yang dilanda banjir kini tinggal di posko-posko pengungsian, karena hujan masih berlangsung dengan intensitas lebat, sedang dan ringan.

Ketinggian banjir itu berkisar antara 1,5 meter sampai 2,5 meter dan pemukiman warga yang dilanda banjir tersebut berada di lokasi sekitar aliran sungai.

“Kami menyalurkan bantuan logistik agar kondisi warga yang ada di posko pengungsian terpenuhi kebutuhan makan dan peralatan lainnya, seperti selimut serta tikar,” kata Pebby, Senin (7/11/2020).

Menurut dia, banjir yang melanda Kabupaten Lebak sejak Ahad (6/12) dan Senin tercatat empat orang hanyut terbawa arus sungai. Namun, kata dia, dua orang di antaranya selamat, seorang meninggal dan seorang lagi dalam pencarian petugas evakuasi tim reaksi cepat (TRC) BPBD Lebak dengan tim gabungan di lapangan. “Kami berharap tim gabungan evakuasi itu segera menemukan korban yang hilang terseret air sungai itu,” katanya.

BACA JUGA:  Jelang Pelantikan Marwan Hamami_Iyos Somantri Pimpin Kab Sukabumi, Ini Ucapan Heri Gunawan

Ia mengatakan banjir juga mengakibatkan 21 unit rumah rusak ringan, 27 unit rumah rusak sedang dan 15 unit rumah kondisinya rusak berat, sedangkan kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum masih dalam pendataan. BPBD Lebak mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam guna mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa.

Sementara PT PLN melakukan pemadaman listrik di sejumlah wilayah yang terendam banjir dan longsor di Kabupaten Lebak.

Humas PLN UP3 Banten Selatan Wirayudha mengatakan, hingga Senin (7/12/2020) sore, total ada 87 gardu induk yang mengalami pemadaman akibat terendam banjir atau terimbas longsor.

“Saat terjadi bencana, kelistrikan terdampak sebanyak 87 gardu padam dengan jumlah pelanggan lebih kurang 10.000,” ujar Wirayudha seperti dilensir  Kompas.com, Senin (7/12/2020)

Menurut Wirayudha, pemadaman di sejumlah kecamatan di Lebak. Beberapa di antaranya di wilayah kerja ULP Rangkasbitung, yakni Desa Sukamaja, Sindanglaya, Cirompang, Sinar Jaya, Sukajaya, Jamrud dan Pajagan Kecamatan Sajira. Kemudian, wilayah kerja ULP Malingping yang meliputi Kampung Babakan Laban, Desa Mancak, dan Kecamatan Gunung Kencana.

Pada Senin sore, sudah 45 gardu listrik yang dinyalakan. Sementara, 42 gardu lainnya masih padam dengan pelanggan terdampak mencapai 3.000. “Saat ini petugas kami masih terus berusaha melakukan penormalan pada wilayah yang terdampak, namun tetap memperhatikan kondisi cuaca, karena masih ada beberapa wilayah yang banjir,” kata dia.***