Enam Penambang Emas Tertimbun Longsor

55
Enam Penambang Emas Tertimbun Longsor
Tambang emas citorek ft Istw
KAB LEBAK,banten.indeknews.com – Sebanyak enam penambang emas ilegal (peti) di Blok Cikatumburi, Desa Citorek Sabrang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, tertimbun longsor, Minggu (6/12) sekira pukul 03.00 WIB. Empat orang berhasil ditemukan meninggal, sedangkan dua orang masih hilang.

Informasi yang dihimpun , enam penambang emas menuju Blok Cikatumburi sejak Sabtu (5/12). Mereka akan membuat lubang penambangan emas di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Pada Minggu dinihari sekira pukul 02.00 WIB, Dadang Usup, warga Citorek masih bisa berkomunikasi dengan salah satu penambang. Namun, ketika dihubungi lagi pukul 03.00 WIB, telepon seluler penambang sudah tidak aktif.

Pagi hari, masyarakat bersama pemerintah desa dan forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) kemudian melakukan pencarian ke lokasi tambang di Blok Cikatumburi. Di sana, terjadi longsoran yang menimbun gubuk di tepi tebing. Setelah dilakukan pencarian, pada Selasa (8/12) masyarakat berhasil menemukan tiga jenazah di lokasi longsor ini bagian dari enam penambang emas.

Dua hari kemudian, tim search and rescue (SAR) berhasil menemukan satu orang penambang lagi dalam kondisi meninggal dunia. Empat orang yang telah ditemukan yakni Hana (42), Oyan (30), Astura (45), dan Yanto (30). Sementara itu, dua orang yang belum ditemukan yaitu Rudi (37) dan Mahmudin (45).

Kepala Seksi Observasi dan Pengawasan Wilayah I TNGHS Siswoyo membenarkan, telah terjadi longsor di Blok Cikatumbiri, Citorek Sabrang, Kecamatan Cibeber. Lokasi longsor berada di wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Jarak tempuh dari Citorek kurang lebih tujuh sampai delapan jam jalan kaki menyusuri jalan setapak.

“Iya, telah terjadi longsor yang menyebabkan enam orang penambang hilang di Blok Cikatumburi,” kata Siswoyo kepada Radar Banten, Kamis (10/12).

BACA JUGA:  Polda Banten Konsisten Berantas Mafia Tanah Yang Sasar Rakyat Kecil, IPW mengapresiasi

Dijelaskannya, masyarakat bersama tim SAR melakukan pencarian terhadap penambang ini. Bahkan, beberapa pegawai Kantor Observasi dan Pengawasan Wilayah I TNGHS ikut terjun ke lapangan untuk membantu masyarakat dan tim SAR.

“Ada beberapa orang yang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Mereka telah dibawa ke Citorek,” ungkapnya.

Penambang tewas Ft istw
Penambang tewas Ft istw

Menurutnya, beberapa bulan lalu pihak TNGHS bersama aparat penegak hukum melakukan operasi penertiban penambang emas ilegal di Taman Nasional. Namun, setelah beberapa hari dilakukan operasi, para penambang emas ilegal kembali menambang ke wilayah TNGHS. Untuk itu, hasil diskusi di Kementerian Kemaritiman dan Investasi dia menyampaikan kondisi ril di lapangan. Bahwa, operasi tambang emas ilegal tidak efektif.

“Ada beberapa solusi yang bisa dilakukan agar masyarakat di sana tidak lagi melakukan penambangan emas ilegal. Salah satunya dengan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Basarnas Banten M Zaenal Arifin mengatakan, operasi SAR masih dilakukan di lokasi longsor. Bahkan, tim SAR dibagi beberapa bagian untuk melakukan penyisiran di daerah aliran sungai untuk mencari dua orang yang masih hilang. Karena empat orang korban telah ditemukan dan semuanya dalam kondisi meninggal dunia.

“Empat orang sudah berhasil ditemukan dan dua orang masih hilang. Sekarang, tim SAR masih terus melakukan pencarian terhadap dua orang warga Citorek dan Sobang tersebut,” jelasnya.

Tim SAR Gabungan Banten berhasil mengevakuasi empat orang penambang emas ilegal yang tewas tertimbun tanah longsor akibat hujan lebat di Desa Citorek Sabrang, Kabupaten Lebak.

“Sebanyak empat orang penambang berhasil kami evakuasi walaupun dilaporkan sudah meninggal dunia, sedangkan dua orang lainnya masih dalam pencarian,” kata Kepala Basarnas Banten, Zaenal Arifin, Jumat 11 Dosember 2020.

BACA JUGA:  Sri Mulyani: Kecam Pegawai Dirjen Pajak, Dugaan Suap Ini Jelas Penghianatan

Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas, Polri, TNI, dan masyarakat setempat berhasil mengevakuasi empat orang yang sudah meninggal dunia. Sementara keempat penambang itu antara lain Oyan (30), Suhana (42), Asyura (45) dan Yanto (30), warga Kampung Babakan Tipar, Desa Majasari, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten.

Sedangkan dua penambang lainya bernama Rudi (37) dan Mahmudin (44) hingga kini masih dalam pencarian.

“Kami berharap dua penambang itu segera bisa ditemukan,” katanya.

Menurut dia, peristiwa kecelakaan terjadi Sabtu (5/12), pekan lalu. Mereka para penambang menuju Cikatumbiri dengan tujuan membuat lubang untuk tambang emas.

Baca Juga: Virus Baru Covid-19 Mengintai di Toilet, Pramugari Tiongkok Kini Kenakan Popok

Para penambang emas tanpa izin tersebut sekitar pukul 02.00 WIB masih kontak hubungan bersama anggota keluarga, namun di hari yang sama pada pukul 03.00 WIB kontak hubungan menghilang.

Karena itu, anggota keluarga mendatangi kepala desa setempat untuk melakukan pencarian bersama masyarakat.

Lokasi penambangan emas ilegal itu berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

“Semua penambang emas ilegal itu warga Citorek, Lebak,” katanya menjelaskan.