Selama Pandemi, Kasus Perceraian di Serang Didominasi Pasutri 30 Tahun

71
Selama Pandemi, Kasus Perceraian di Serang Didominasi Pasutri 30 Tahun
Pengadilan Agama Serang mencatat ada 3.200 kasus perceraian ditangani selama 2020, kasus perceraian tersebut terjadi di wilayah Kabupaten dan Kota Serang, dan perceraian didominasi permasalahan ekonomi.

Panitera Pengadilan Agama Serang, Baehaki mengatakan angka perceraian 2020 meningkat dibanding tahun 2019 yang mencapai 3.176.

Menurutnya, perceraian pasangan suami-istri ini tercatat mayoritas karena persoalan ekonomi keluarga. Rata-rata mereka yang bercerai berusia sekitar 30 tahun, atau belum lama berumah tangga.

“Faktanya begitu kalau di rata-ratakan usia 30 tahun, karena orang baru menikah, baru punya anak satu emosinya masih tinggi, anak belum banyak. Ekonomi (penyebabnya) terus diambil kesimpulan kurang tepat,” ucap dia.

Melonjaknya jumlah kasus perceraian akibat populasi penduduk yang semakin banyak. Selain itu, kata dia, pandemi Covid-19 juga turut mempengaruhi.

“Perkara perceraian itu sekitar 3.200, kemudian perkara isbat nikah dan lain-lain sudah hampir 2.500, artinya perkara kita (tangani) sudah 5.700,” kata Baehaki, Senin 14 Desember 2020.

Dia mengungkapkan, dari jumlah itu sekitar 80 persen gugatan dilayangkan pihak perempuan dan mayoritas kasus terjadi di Kabupaten Serang.

Hal itu karena jumlah penduduk lebih banyak dan wilayah Kabupaten Serang yang luas.

“Paling banyak wilayah kabupaten enggak beda jauh dengan kota, tapi lebih banyak kabupaten sekitar 60-40 persen,” tuturnya.

Meski dinilai tidak signifikan. Pada awal pandemi sekitar Mei, terjadi peningkatan perceraian dibanding bulan sebelumnya.

“Bulan Mei ada peningkatan dari perkara bulan April sekitar 300 menjadi sekitar 360-an,” kata dia.

Dia menuturkan, Pengadilan Agama selalu berupaya agar pasangan suami istri yang ingin bercerai bisa mengurungkan niatnya.

Hal itu dilakukan saat sidang pertama yakni mediasi dengan kedua belah pihak. Namun, presentase rujuk sangat kecil karena kebanyakan pada saat mediasi hanya dihadiri satu pihak.