Polres Tangsel Aksi Demo Tak Berijin Pendukung Habib Rizieq Dibubarkan Polisi

68
Polres Tangsel Aksi Demo Tak Berijin Pendukung Habib Rizieq Dibubarkan Polisi
Aksi demo pendukung Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) di Depan Polres Tangsel Ft istw
TANGSEL, banten.indeksnews.com Polres Tangsel Aksi demo pendukung Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di sekitar Mapolres Tangerang Selatan, Selasa (15/12/2020), dibubarkan polisi. Massa sebanyak 70-an orang itu dihadang ratusan personel polisi dan Satpol PP.

Puluhan massa itu tertahan di diluar gerbang Polres Tangsel. Massa pendukung Habib Rizieq itu tampak tak mengenakan atribut khusus, hanya didominasi dengan kopiah, sorban dan pakaian serba putih.

Dikatakan Wakapolres Tangsel, Kompol Stephanus Luckyto Andri Wicaksono, aksi unjuk rasa yang mengatasnamakan simpatisan HRS itu ilegal atau tak memiliki izin. Untuk itu, petugas langsung melakukan pembubaran disekitaran Gerbang Polres Tangsel terhadap aksi demo tersebut.

“Tadi kami tampung aspirasi mereka. Selanjutnya untuk segera membubarkan diri karena aksinya ini tak ada izin. Alhamdulillah situasi kondusif, sehingga tidak ada tindak lanjut lainnya,” katanya di lokasi.

Untungnya, tak ada gesekan antar petugas dan massa aksi demo saat pembubaran dilakukan. Massa demo pun perlahan-lahan membubarkan diri dan meninggalkan lokasi, setelah sempat menyampaikan aspirasi mereka. sebanyak 400 personel dikerahkan guna mengamankan aksi demo pendukung HRS.

“Sekali lagi kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ingin berunjuk rasa agar tidak membuat kerumunan massa. Bisa melalui perwakilan dan bersurat ke pihak kepolisian. Kita ketahui saat ini, Kota Tangsel masih status zona merah Covid-19. Sehingga kita menjaga penyebaran Covid-19,” tegas Stephanus.

Massa aksi demo sempat menyampaikan aspirasi mereka melalui orasi, sebelum akhirnya dibubarkan petugas. Mereka meminta agar Habib Rizieq dibebaskan dan mendesak pengusutan secara transparan terkait penembakan 6 laskar FPI oleh.

“Kami umat Islam Tangsel menginginkan HRS dibebaskan. HRS adalah imam besar kami. Kami datang sendiri waktu ke bandara dan Petamburan, untuk itu kami punya tanggung jawab moral. Selain itu usut tuntas pembunuhan terhadap 6 laskar agar segera diadili,” ucap Kordinator pengunjuk rasa, Iswandi.

BACA JUGA:  Penembakan oleh Oknum Polisi di Cengkareng Berawal Karena Cekcok: Tersangka Mabuk