IPM Banten Naik 0,01 Persen, Selama Pandemi Covid-19

171
IPM Banten Naik 0,01 Persen, Selama Pandemi Covid-19
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banten tahun ini mencapai 72,45. Meningkat 0,01 persen dibanding tahun lalu di kisaran 72,44. Artinya, status pembangunan manusia Banten masih berada kategori Tinggi.

”Status itu, sudah diraih Banten sejak tahun 2015,” tutur Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten Adhi Wiriana, Kamis (17/12/2020).

IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan. Antara lain, pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

Perluasan pilihan itu, dilakukan dengan meningkatkan kemampuan manusia, memanfaatkan kemampuan untuk bekerja, menikmati kehidupan, dan aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Misalnya, kebudayaan, sosial, dan politik. ”Kemajuan pembangunan manusia Banten tahun ini melambat. Itu Ditandai pertumbuhan IPM hanya 0,01 persen, lebih rendah dari pertumbuhan tahun lalu mencapai 0,68 persen,” bebernya.

Peningkatan IPM Banten tahun ini terjadi pada tiga komponen pembentuk. Pertumbuhan tertinggi komponen Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Sedang komponen menurun Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (PKP). ”Nilai atau capaian Umur Harapan Hidup (UHH) mencapai 69,96 tahun, Harapan Lama Sekolah (HLS) 12,89 tahun, RLS 8,89 tahun, dan PKP senila Rp11,96 juta,” tegas Adhi.

IPM tertinggi tetap diduduki Kota Tangerang Selatan (Tangsel) 81,36 persen, Kota Tangerang 78,25 persen, Kota Cilegon 73,05 persen, Kota Serang 72,16 persen, Kabupaten Tangerang 71,92 persen, Kabupaten Serang 66,70 persen, dan Kabupaten Pandeglang 65,00 persen. ”Menduduki juru kunci Kabupaten Lebak dengan 63,91 persen,” bebernya.

Meski begitu, hanya ada lima wilayah mengalami peningkatan IPM. Kabupaten Serang tumbuh 0,48 persen, menjadi daerah dengan tingkat pembangunan manusia paling pesat. Kemajuan itu, didorong perbaikan dimensi kesehatan dan pengetahuan. Lalu, disusul Pandeglang tumbuh 0,14 persen, Kota Serang tumbuh 0,08 persen, Kota Cilegon dan Lebak tumbuh 0,05 persen.

Sedang daerah mengalami penurunan IPM yaitu Kabupaten Tangerang minus 0,01 persen, Kota Tangsel turun 0,15 persen, dan Kota Tangerang tekor 0,23 persen. ”Itu dipengaruhi dimensi standar hidup layak, kesehatan, dan pengetahuan menurun,” ulas Adhi.