PTPN VIII Minta Markaz Syariah untuk dikosongkan

48
PTPN VIII Minta Markaz Syariah untuk dikosongkan
Ponpes Megamendung Ft istw
BOGOR, banten.indeksnews.com РPTPN VIII Beredar surat somasi dari PT Perkebunan Nusantara  kepada Pondok Pesantren (Ponpes) Markaz Syariah, Megamendung, pimpinan Habib Rizieq Shihab.

PTPN VIII meminta Markaz Syariah untuk meninggalkan lahan yang disebut miliknya. Dilihat surat tersebut tertanggal 18 Desember 2020.

Dituliskan, ada permasalahan penggunaan fisik tanah HGU PTPN VII, Kebun Gunung Mas seluas kurang lebih 30,91 hektar, oleh Pondok Pesantren Agrokultur Markaz Syariah sejak tahun 2013 tanpa izin dan persetujuan dari PT Perkebunan Nusantara VIII PTPN VIII.

Selain itu, Markaz Syariah diminta untuk menyerahkan lahan tersebut selambat-lambatnya tujuh hari kerja sejak diterima surat ini.

megamendung Ft istw
megamendung Ft istw

Jika somasi tidak diindahkan, maka akan dilaporkan kepada Polda Jawa Barat.

Sehubungan dengan adanya permasalahan penguasaan fisik tanah HGU PT Perkebunan Nusantara VIII Kebun Gunung Mas seluas -+ 30,91 Ha yang terletak di Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor oleh Pondok Pesantren Alam Argokultural Markaz Syariah sejak 2013 tanpa izin dan persetujuan dari PT Perkebunan Nusantara VIII, kami tegaskan bahwa lahan yang saudara kuasai tersebut merupakan aset PT Perkebunan Nusantara VII berdasarkan sertifikat HGU Nomor 299 tanggal 4 Juli 2008.

surat somasi PT PERKEBUNAN VIII
surat somasi PT PERKEBUNAN VIII

Tindakan saudara tersebut merupakan tindak pidana penggelapan hak atas barang tidak bergerak, larangan pemakaian tanah tanpa izin yang berhak atau kuasanya dan atau pemindahan sebagaimana yang diatur dalam pasal 385 KUHP, Perpu no 51 Tahun 1960 dan atau Pasal 480 KUHP.

Berdasarkan hal tersebut, dengan ini kami memberikan kesempatan terakhir serta memperingatkan saudara untuk segera menyerahkan lahan tersebut kepada PT Perkebunan Nusantara VIII selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak diterima surat ini.

Apabila dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak diterima surat ini saudara tidak menindaklanjuti maka kami akan melaporkan ke kepolisian cq. Kepolisian Darah Jawa Barat.

BACA JUGA:  Kemendikbud Terbitkan Surat Edaran Peluncuran Program Guru Belajar dan Berbagi Seri Belajar Mandiri Calon ASN PPPK

Demikian surat somasi ini disampaikan, atas perhatian dan pengertian diucapkan terima kasih.

Front Pembela Islam (FPI) menyebut telah mendapatkan somasi tersebut.

Menurutnya, pihaknya memang beberapa kali mengupayakan untuk mengelola lahan yang disengketakan.

“Iya, kan sebelumnya sudah ada proses, beberapa kali dilakukan membenahi, kemudian niat baik dari Markaz Syariah untuk lahan tersebut kita manfaatkan, dan kita fungsikan untuk bercocok tanam. Dan sudah banyak. Yang dimulai antaranya menanam alpukat, hal lain yang tidak dimanfaatkan,” ujar kuasa hukum FPI Ichwan Tuankotta, saat dihubungi, Rabu (23/12/2020).

Menurut Ichawan, Habib Rizieq membeli lahan tersebut dari petani sekitar.

Lahan itu, disebut Ichwan, tidak terurus sebelum akhirnya dibeli oleh Habib Rizieq.

“Pertama, lahan tersebut dibeli oleh habibana dari para petani. Lahan tersebut, sebelum dibeli Habib Rizieq, masih banyak terlantar, banyak yang tidak dicocok tanam, sehingga Habib membelinya,” katanya.

Ichwan belum memastikan kapan Habib Rizieq membeli lahan tersebut. Termasuk kepastian berapa luas lahan milik PT Perkebunan Nusantara VIII atau luas Markaz Syariah.

“Pembelian masih perlu di-crosscheck, setelah ini, kita bertemu dengan pengurus Markaz Syariah untuk berkoordinasi. Karena data kita perlukan untuk menjawab dari PTPN itu,” katanya.

“Data itu (luas lahan) belum dapat pencerahan dari pengurus, kita baru menjajaki, nanti (diketahui) setelah koordinasi dengan pengurus Megamendung,” katanya.

Soal tuntutan pengembalian lahan, Ichwan menyebut belum memastikan apakah akan mengikuti atau tidak.

Tim akan berkoordinasi dengan pengurus pesantren Markaz Syariah.

“Makanya, dalam waktu tujuh hari, kita koordinasi dengan tim kuasa hukum. Kita nanti ditunjuk pengurus MS, yang pembina Habib Rizieq, kan ada perwakilan yang ada di sana. Tim akan koordinasi dulu dengan pengurus di sana. Apa yang terbaik untuk upaya hukum kita,” ucapnya.

BACA JUGA:  Reses DPRD Banten, Wabup Serang Sampaikan Persoalan Sampah