Densus 88 Bongkar Pusat Latihan Teroris di Jateng, Setelah dilatih Buat Bom dikirim ke Suriah

158
Densus 88 Bongkar Pusat Latihan Teroris di Jateng, Setelah dilatih Buat Bom dikirim ke Suriah
Densus 88 tangkap JI JAWA TENGAH fT ISTW
SEMARANG, banten.indeksnews.com – Densus 88 bongkar pelatihan di Jawa Tengah. Kelompok teroris terus membidik dan perekrutan kemudian melatih anak-anak muda Indonesia untuk dijadikan generasi teroris.

Beruntung baru-baru ini Tim Densus 88 Anti Teror Polri membongkar pusat latihan jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) di sejumlah lokasi di Jawa Tengah.
Salah satunya di Desa Gintungan, Bandungan, Semarang.

Bahwa dari informasi yang diperoleh Polri, anggota Jamaah Islamiyah menyewa sebuah villa dua lantai untuk menggelar pelatihan militer yang akhirnya dapat digrebek Densus 88

Lokasi sekitar villa yang disewa mereka tampak asri dengan pohon cemara di sekitar area. Selain itu, kawasan tersebut cukup sepi dari hiruk pikuk warga.

SIMULASI PELATIHAN
SIMULASI PELATIHAN

“Lokasi ini menjadi tempat pelatihan para generasi muda Jamaah Islamiyah,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono melalui keterangan resminya pada Minggu (27/12/2020).

Selain tempat pelatihan, bangunan tersebut diduga digunakan sebagai tempat istirahat bagi para anggota Jamaah Islamiyah.

Argo mengatakan, di rumah itulah para anggota muda Jamaah Islamiyah dilatih bela diri, persenjataan menggunakan pedang atau samurai, simulasi penyerangan pasukan VVIP, hingga perakitan bom.

Pusat latihan tersebut, kata Argo, memang sudah disiapkan beberapa pelatih untuk membentuk para anggotanya agar terampil dalam segala hal.

Argo mengungkapkan, salah satu pelatih jaringan teroris tersebut bernama Joko Priyono alias Karso. Karso ditunjuk sebagai pelatih oleh Amir atau Pimpinan Jamaah Islamiyah Para Wijayanto.

Adapun Karso sendiri sudah ditangkap Densus 88 pada 2019. Statusnya kini merupakan narapidana dengan masa hukuman lebih dari 3 tahun penjara.

Lebih lanjut, Argo menambahkan, para kader Jamaah Islamiyah yang direkrut secara profesional untuk dilatih militer umumnya merupakan santri anak-anak muda cerdas dari beberapa pondok pesantren.

BACA JUGA:  Gara Gara Pengusaha Sumbang Penanganan Covid 19 ke Kapolda SumSel, Semua Seakan Menahan Napas

Adapun target jaringan tersebut yaitu mendapatkan anak cerdas dengan ranking 1 sampai 10 di pondok pesantrennya. Mereka nantinya dibentuk untuk dijadikan pemimpin masa depan Jamaah Islamiyah.

“Tiap angkatan 10-15 orang dari Pulau Jawa dan dari luar Pulau Jawa. Total 95 orang yang sudah dilatih dan terlatih,” ujar Argo.

Dari pelatihan tersebut, para lulusannya yang merupakan generasi muda ini akan disebut sebagai pasukan khusus. Mereka pun juga memiliki seragam khusus.

Argo mengatakan, sampai saat ini, total sudah ada 7 angkatan sebanyak 96 anggota muda yang dilatih di sejumlah sasana yang tersebar di beberapa wilayah di Jawa Tengah.

“Setelah pelatihan di sini, generasi muda ini selanjutnya dikirim ke Suriah untuk mendalami pelatihan militer dan perakitan senjata api serta bom,” ucap Argo.

“Mereka mempersiapkan generasi muda ini dengan tujuan untuk menjadi pemimpin masa depan jaringan ini (JI).”

Selama proses perekrutan dan pelatihan tersebut, sudah banyak anggota Jamaah Islamiyah yang dikirim ke Suriah sejak 2013-2018 dengan dana yang sudah disiapkan oleh jaringan tersebut.

Artikel sebelumyaNiluh Djelantik Komentar tentang Wisata Halal Sandiaga
Artikel berikutnyaJasa Marga prediksi puncak arus kendaraan libur Tahun Baru 31 Desember