Bareskrim Polri Tangkap Pembuat Parodi ‘Indonesia Raya’, Polisi Juga Sita HP dan PC

84
Bareskrim Polri Tangkap Pembuat Parodi 'Indonesia Raya', Polisi Juga Sita HP dan PC
Polisi menangkap MDF di kediamannya di Karangtengah, Cianjur, Jabar, 2
JAKARTA, banten.indeksnews.com- Bareskrim Polri menangkap pemilik akun YouTube MY ASEAN, berinisial MDF, terkait viral parodi lagu Indonesia Raya. Penangkapan terhadap MDF dilakukan polisi di kediamannya di Cianjur, Jawa Barat.

“Ya benar,” kata Kabareskrim Komjen Listyo Sigit saat dimintai konfirmasi, Jumat (1/1/2021).

Pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerjasama atau join investigation antara Polis Diraja Malaysia (PDRM) dengan Siber Bareskrim Polri. Bareskrim juga bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dan Polda Jabar dalam menangkap pelaku parodi ‘Indonesia Raya’ tersebut.

Awal mula pengungkapan kasus ini terjadi saat PDRM memeriksa saksi WNI berusia 11 tahun di Sabah, Malaysia. Dari situ, diketahui jika pelaku parodi Indonesia Raya merupakan pemilik akun YouTube MY ASEAN, yang ternyata berada di Indonesia setelah itu pihak Bareskrim Polri mengegejar.

Setelah mendapat informasi itu, Dittipidsiber Bareskrim  menangkap MDF yang diduga telah memparodikan lagu Indonesia Raya, pada Kamis (31/12) kemarin. Dasar penangkapan ialah laporan polisi: LP/B/0730/XII/2020/Bareskrim tanggal 30 Desember 2020.

Polisi menangkap MDF di kediamannya di Karangtengah, Cianjur, Jabar, sekira pukul 20.00 WIB. Tak hanya itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Penangkapan terhadap MDF merupakan hasil kerjasama PMJ dan Polda Jabar dibawah koordinasi Ditsiber Bareskrim .

Polisi menangkap MDF di kediamannya di Karangtengah Cianjur Jabar FT ISTW
Polisi menangkap MDF di kediamannya di Karangtengah, Cianjur, Jabar, FT ISTW

“1 buah handphone Realme C2, 1 SIM card, 1 perangkat PC rakit yang terdiri atas CPU, monitor, dan speaker, 1 akta kelahiran atas nama MDF dan 1 KK atas nama MDF,” begitu keterangan Bareskrim Polri.

Dalam kasus ini, MDF disangkakan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

BACA JUGA:  Perlu Bantuan Pemerintah, Potensi Objek Wisata Cisundel Sukabumi Dibukbak Puluhan Warga

Selain itu, MDFjuga disangkakan tindak pidana mengubah lagu kebangsaan dengan nada, irama, kata-kata, dan gubahan lain dengan maksud untuk menghina atau merendahkan kehormatan lagu kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64A juncto Pasal 70 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.