Bupati Banyumas Tanggapi Gugatan Warga Yang Dimakamkan Secara Protokol Covid-19

86
Bupati Banyumas Tanggapi Gugatan Warga Yang Dimakamkan Secara Protokol Covid-19
Bupati Banyumas Achmad Husein
Bupati Banyumas Achmad Husein angkat bicara terkait gugatan salah seorang warga terhadap rumah sakit lantaran suaminya dimakamkan dengan protokol Covid-19.

“Kita sudah cek, rumah sakit sudah sesuai prosedur protokol Covid-19,” kata Husein di Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (4/1/2021).

Husein mengatakan, tidak mempersoalkan gugatan tersebut. Menurut dia upaya hukum yang ditempuh merupakan hak setiap orang. “Ya sudah hadapi saja, itu kan hak masyarakat, enggak masalah bagi kita,” ujar Husein.

Husein menyatakan, pemkab akan mem-backup penuh rumah sakit tersebut dalam menghadapi gugatan.

“Saya akan mem-backup rumah sakit karena sudah bekerja dengan baik, kecuali kalau ada pelanggaran (tidak ada dibackup). Saya cek prosedur sudah benar, kami backup penuh,” tegas Husein.

Sebelumnya dikabarkan seorang warga di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Ayong Karsiwen menggugat Rumah Sakit Dadi Keluarga Purwokerto senilai Rp 5,3 miliar.

Ayong tak terima suaminya, Hanta Novianto, yang meninggal di rumah sakit itu dimakamkan dengan protocol Covid-19.

Sebab, belakangan diketahui suaminya dinyatakan negatif Covid-19.

Dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), Rabu (30/12/2020), gugatan itu didaftarkan di Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto dengan nomor 86/Pdt.G/2020/PN.Pwt pada 21 Desember.

Dalam petitum, penggugat meminta majelis hakim mengabulkan gugatan untuk seluruhnya dan menyatakan tergugat melakukan perbuatan melawan hukum.

Kemudian memerintahkan tergugat membayar kerugian materiil sebesar Rp 335 juta dan membayar kerugian imateriil sebesar Rp 5 miliar, sehingga total senilai Rp 5.335.000.000.***

BACA JUGA:  Usia Kandungan Bumil 40 Pekan, Ini Cara Aman dan Tidak Beresiko Saat Berhubungan Intim