Merapi mengeluarkan guguran lava pijar

200
Merapi mengeluarkan guguran lava pijar
Merapi Ft istw
YOGYAKARTA, banten.indeksnews.com – Merapi mengeluarkan guguran lava pijar pada Selasa (5/1) malam. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan, Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Selasa, menjelaskan guguran lava pijar Merapi tersebut terjadi pada pukul 18.47 WIB. “Guguran yang terjadi jarak luncurnya masih relatif pendek sehingga belum terlihat pasti arah luncurannya,” kata dia.

Namun demikian, kata Hanik, secara umum guguran lava pijar Merapi itu terjadi di sisi barat daya dengan posisi alur sungai Boyong, Bebeng, Krasak, dan Lamat.

Guguran lava pijar teramati dari kamera CCTV pada pukul 18.47 dan 19.11 WIB. Aktivitas guguran terdengar di Pos Babadan ft BPPTKG
Guguran lava pijar teramati dari kamera CCTV pada pukul 18.47 dan 19.11 WIB. Aktivitas guguran terdengar di Pos Babadan ft BPPTKG

Aktivitas guguran di Gunung APIĀ  terpantau masih tinggi. Pada hari Selasa (5/1) pukul 18.00 hingga 24.00 WIB tercatat 23 kali gempa guguran dgn amplitudo antara 3-41 mm dan durasi 11-127 detik. Jarak luncur guguran lava pijar diperkirakan maks. 500 m ke arah barat daya.

Guguran lava pijar teramati dari kamera CCTV pada pukul 18.47 dan 19.11 WIB. Aktivitas guguran terdengar di Pos Babadan pada pukul 20.21 dan 22.00 WIB. Sedangkan Pos Kaliurang mengamati guguran lava pijar dan mendengar suara guguran pada pukul 22.37 dan 23.00 WIB .

Ia mengatakan guguran tercatat di jaringan seismik Gunung api dengan amplitudo 3 mm dan durasi 32 detik.

BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Potensi bahaya akibat erupsi diperkirakan maksimal dalam radius lima kilometer dari puncak.

BPPTKG meminta pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III, termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung aoi aktif di Jawa itu.

BACA JUGA:  Polisi Tetapkan Direktur-Komisaris PT ASA Sebagai Tersangka Kasus Penimbunan Obat Covid-19 di Jakbar
Artikel sebelumyaMarwan Hamami serahkan PTSL pada Masyarakat Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara Harap Berkelanjutan
Artikel berikutnyaSering Kesemutan? Begini 3 Cara Pencegahannya