Sering Kesemutan? Begini 3 Cara Pencegahannya

167
Sering Kesemutan? Begini Cara Pencegahannya
Sering kesemutan di bagian tubuh tertentu seperti lengan, tangan, atau kaki mungkin anda pernah mengalaminya. Kesemutan atau parestesia sering terjadi ketika kita tidak sengaja menekan salah satu bagian tubuh dan mengenai saraf sensorik.

Dengan melakukan pergerakan atau mengubah posisi badan biasanya kesemutan akan hilang dalam beberapa saat, karena aliran darah kembali lancar. Namun, waspadalah jika Anda sering kesemutan karena hal ini bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan.

Bahaya Sering Kesemutan

kesemutan1

Kesemutan dikatakan normal jika berangsur-angsur hilang begitu posisi tubuh diubah. Akan tetapi pada kasus-kasus lainnya, kesemutan dapat disebabkan oleh kerusakan saraf atau penyakit tertentu pada sistem saraf.

Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang memiliki gejala berupa kesemutan:

1. Neuritis

Neuritis atau peradangan saraf dapat menyebabkan kesemutan. Penyebabnya adalah konsumsi alkohol yang berlebihan atau sidrom Guillain-Barre.

Konsumsi alkohol berlebihan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan pada saraf. Sindrom Guillain-Barre adalah kondisi autoimun yang terjadi ketika saraf tubuh diserang oleh sistem imun orang itu sendiri.

2. Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

CTS, yang dikenal juga dengan sindrom terowongan karpal, adalah kondisi yang dapat menyebabkan kesemutan di bagian tangan. CTS terjadi akibat saraf yang terjepit di pergelangan tangan.

Penyebabnya bisa karena terlalu lama menggunakan tangan pada satu posisi yang sama, maupun adanya pembengkakan (retensi) cairan.

Pada beberapa kondisi, seseorang yang kesemutan akibat CTS biasanya merasakan nyeri pada jari kelingking, jari manis, jari tengah, dan disertai sensasi terbakar pada ibu jari hingga jari tengah.

3. Kekurangan Vitamin

Sering kesemutan juga dapat disebabkan oleh kekurangan vitamin, seperti vitamin B12, kalium, natrium, atau kalsium. Karena itu, waspadalah dengan bahaya kesemutan yang satu ini.

BACA JUGA:  Vaksin Covid-19 Tahap Kedua Tiba di Kota Sukabumi

Selain kelima hal tersebut, kesemutan juga dipicu oleh pola makan yang buruk, terapi radiasi, obat-obatan kemoterapi, dan gigitan serangga atau hewan.

4. Kolesterol Tinggi

Kolesterol tinggi yang tidak terkendali dapat menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah. Akibatnya, orang tersebut dapat mengalami berbagai masalah kesehatan. Salah satunya adalah stroke, yang bisa memunculkan gejala kesemutan.

Pada stroke, kesemutan biasanya terjadi hanya di satu sisi tubuh, disertai dengan tubuh lumpuh sebelah, berbicara pelo, pandangan kabur, dan kehilangan keseimbangan.

5. Neuropati

Kesemutan juga dapat disebabkan oleh penyakit saraf atau neuropati. Kondisi ini ditandai dengan kurangnya informasi sensorik pada otak karena ada kerusakan sistem saraf sensorik.

Dua pertiga dari penderita diabetes mengalami gangguan saraf ringan hingga parah. Karenanya, penderita diabetes sangat mungkin untuk mengalami kesemutan di bagian tubuh tertentu. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai neuropati diabetik.

Kesemutan yang terjadi akibat diabetes biasanya dimulai dari bagian telapak kaki, yang kemudian menjalar hingga kaki bagian atas. Keluhan umumnya akan berlanjut menjadi kesemutan di bagian telapak tangan, lalu menjalar hingga ke lengan.

Cara Mencegah dan Mengatasi Sering Kesemutan

Penanganan untuk kesemutan bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Namun, ada beberapa cara untuk mencegah atau meminimalkan kesemutan yang bisa Anda lakukan, seperti:

1. Ubah Posisi Tubuh

kesemutan4
merubah posisi tubuh dapat menghilangkan kesemutan

Tertekannya saraf akibat postur tubuh kurang baik adalah salah satu penyebab kesemutan. Jika posisi duduk atau berdiri salah, maka dapat meningkatkan tekanan pada tubuh sehingga muncul rasa kesemutan. Jadi, ubahlah posisi tubuh Anda untuk mengurangi kesemutan.

2. Istirahat yang Cukup

kesemutan2
Istirahat yang cukup dapat mencegah kesemutan

Pada kebanyakan kasus, mengistirahatkan tangan dan kaki yang kesemutan serta menambah jam tidur, dapat membantu meredakan kondisi ini dengan sendirinya. Untuk itu, tidur sangat penting untuk membantu penyembuhan saraf, karena tubuh akan melakukan perbaikan alami saat Anda tidur.

BACA JUGA:  Nono Sampono: Masa Pandemi, Pemerintah Diminta Jaga Daya Beli Masyarakat

3. Pastikan Lingkungan Kerja Ergonomis

kesemutan3
Ciptakan ruang kerja yang nyaman dan leluasa

Jika sering mengalami kesemutan saat di tempat kerja, mungkin sudah saatnya Anda mengubah lingkungan kerja agar lebih ergonomis. Hal-hal sederhana seperti mengganti keyboard serta mouse dengan model yang lebih ergonomis, dapat mengurangi frekuensi kesemutan di tangan.

Anda tak perlu khawatir jika kesemutan terjadi sesekali dan menghilang dengan sendirinya setelah Anda mengubah posisi tubuh. Namun jika mengalaminya cukup sering kesemutan atau berkepanjangan, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

Sumber: Klikdokter