Bill Clinton Kecam Aksi Penyerbuan Capitol yang Dikobarkan Trump dan Pengikutnya

81
Bill Clinton Kecam Aksi Penyerbuan Capitol yang Dikobarkan Trump dan Pengikutnya
Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Bill Clinton ft istw
Amerika Serikat, banten.indeksnews.com – Bill Clinton Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), angkat bicara soal aksi ratusan pendukung Presiden Donald Trump yang menyerbu gedung Capitol AS. Clinto mengecam ratusan massa yang menggereduk Capitol dan menyebut Trump telah mengobarkan kekerasan lewat informasi yang keliru selama menjabat menjadi Presiden AS.

“Hari ini kita menghadapi sebuah serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Capitol kita, Konstitusi kita, dan negara kita,” cetus Bill Clinton yang merupakan Presiden ke-42 AS ini, seperti dilansir AFP dan CNN, Kamis (7/1/2021).

Bill Clinton menyoroti aksi para pendukung Trump yang menggeruduk gedung Capitol AS, di Washington DC, Rabu (6/1), waktu setempat. Awalnya, massa pendukung Trump hanya berunjuk rasa di luar gendung guna memprotes hasil Pilpres AS. Namun, aksi massa berujung anarkis dengan menerobos masuk gedung Capitol dan memicu kekacauan.

Aksi rmassa menggeruduk gedung Capitol terjadi setelah sebelumnya Trump melontarkan tuduhan dan klaim soal kecurangan Pilpres AS selama berminggu-minggu. Alhasil, tuduhan itu berujung pada seruan aksi unjuk rasa dan long march ke Gedung Capitol AS.

“Serangan itu dipicu oleh lebih dari empat tahun politik beracun yang menyebarkan informasi keliru secara disengaja, menaburkan ketidakpercayaan dalam sistem kita, dan mengadu domba warga Amerika satu sama lain,” sebutnya.

“Api dinyalakan oleh Donald Trump dan para penghasutnya yang bersemangat, termasuk banyak orang di Kongres, untuk membalikkan hasil pilpres di mana dia kalah,” ucap Clinton dalam pernyataannya.

Sekedar diketahui, Kongres pengesahan kemenangan Joe Biden di Pilpres Amerika Serikat (AS), dihentikan sementara pada Rabu waktu setempat. Hal itu dilakukan lantaran pendukung Trump berupaya melewati barikade polisi dan measuk ke gedung Capitol AS, setelah bentrok dengan polisi pengamanan.

BACA JUGA:  Suap Ekspor Benih Lobster Eddy Prabowo, Diduga Mengalir ke Seorang Mahasiswi

Hingga saat ini, Donald Trump masih bersikeras menolak mengakui kekalahannya dan menuding adanya kecurangan pilpres. Meski begitu, Trump sempat meminta massa yang rusuh di Capitol untuk membubarkan diri dengan tertib dan damai.

“Saya mengerti rasa sakit Anda,” kata Trump dalam video satu menit di Twitter. “Kita mengalami pemilu yang dicuri dari kita,” tambahnya. ‘

“Tapi kalian harus pulang sekarang. Kita harus memiliki perdamaian. Kita harus memiliki hukum dan ketertiban,” tegasnya