Tagana dikerahkan untuk bantu evakuasi korban longsor di Sumedang, 27 Warga Masih hilang

88
Tagana dikerahkan untuk bantu evakuasi korban longsor di Sumedang, 27 Warga Masih hilang
lONGSOR SUMEDANG FT
SUMEDANG, banten.indeksnews.com – Tagana Taruna Siaga Bencana dikerahkan Kementerian Sosial untuk membantu mengevakuasi korban tebing longsor di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.

Menurut siaran pers kementerian yang diterima di Jakarta, Minggu, Tagana dan unsur Kampung Siaga Bencana (KSB) dikerahkan untuk mendata korban serta mengevakuasi korban ke tempat aman, khususnya korban yang tergolong rentan seperti warga lanjut usia, anak-anak, dan penyandang disabilitas.

Kepala Badan Pendidikan, Penelitian, dan Penyuluhan Sosial Kementerian Sosial Syahabuddin saat meninjau lokasi longsor, Minggu, mengatakan bahwa kementerian menyalurkan bantuan senilai Rp1,053 miliar untuk penanganan dampak bencana.

Bantuan yang disalurkan meliputi bantuan logistik tanggap darurat senilai Rp888.671.350, beras senilai Rp31.800.000, dan santunan untuk 11 ahli waris korban Rp165.000.000. Setiap ahli waris korban mendapat santunan Rp15 juta dari pemerintah.

LONGSOR
LONGSOR SUMEDANG

Bantuan logistik yang diserahkan terdiri atas 10 tenda serbaguna untuk keluarga, 150 velbed, 1.200 matras, 600 kasur, dan 1.000 selimut.

“Sejak bencana terjadi, kami melalui Tagana telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial di wilayah terdampak tanah longsor tentang aktivitas penanganan,” kata Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Syafi’i Nasution.

Kementerian Sosial juga telah mengaktifkan pelayanan dapur umum lapangan dan pelayanan dukungan psikososial yang berpusat di SD Cipateuag bagi korban tanah longsor di Sumedang.

Hujan deras menyebabkan tebing setinggi 30 meter longsor di Desa Cihanjung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, pada Sabtu (9/1) petang. Akibat bencana itu, 18 rumah warga tertimbun.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana itu telah mengakibatkan setidaknya 11 orang meninggal dunia.

Kantor Pencarian dan Penyelamatan (SAR) Bandung mencatat masih ada 27 orang yang dinyatakan hilang dalam bencana longsor di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Subang, Jawa Barat, berdasarkan aduan dari masyarakat.

BACA JUGA:  Kapolri Listyo Launching Aplikasi Dumas Presisi, Dalam Rangka Wujudkan Transparansi

“Dalam pencarian total 27 orang, dengan rincian enam orang (hilang) sesuai data awal dan penambahan 21 orang (hilang) sesuai dengan laporan masyarakat ke posko,” kata Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah dalam keterangannya di Bandung, dilansir Antara, Minggu (10/1).

Menurut Deden, data itu akan terus berubah seiring perkembangan pencarian dan penanganan medis di kawasan longsor tersebut. Selain itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau kerabatnya agar melaporkan ke Posko SAR gabungan yang berada di SMAN 1 Cimanggung.

Sementara itu, kini pencarian korban dihentikan sementara karena kondisi yang tidak memungkinkan, 13 orang sudah ditemukan dalam keadaan tewas akibat tertimbun longsor.

Longsor di lahan permukiman miring itu terjadi sebanyak dua kali. Dalam longsor susulan yang terjadi beberapa jam setelah longsor pertama, sejumlah warga serta petugas di lapangan juga turut menjadi korban jiwa.

Sementara itu ada 25 orang yang dilaporkan selamat dalam peristiwa tersebut. Rinciannya 21 orang berhasil menyelamatkan diri, dan tiga orang lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Deden mengatakan, proses pencarian terhadap puluhan orang yang dinyatakan hilang itu bakal dilakukan kembali pada Senin (11/1).

“Pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan esok hari karena kondisi cuaca di lapangan tidak memungkinkan,” kata Deden.