Tim DVI Polri Siang Ini Segera Identifikasi 7 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air

332
Tim DVI Polri Siang Ini Segera Identifikasi 7 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air
7 kantong jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 telah diterima tim Disaster Victim Identification (DVI) Polr ft istw
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Tim DVI Polri akan memulai proses identifikasi jenazah mulai siang ini Senin 11 Januari 2020. Sebanyak 7 kantong jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 telah diterima tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

“Mulai siang ini tim DVI Polri identifikasi terhadap kantong-kantong jenazah yang 7 tadi yang telah kami terima dan simpan pada tempat yang telah dipersiapkan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (10/1/2021).

Rudi menyebut ada sebanyak 306 personel tim DVI Polri yang bekerja di RS Polri. Adapun ratusan personel itu terdiri atas beberapa unsur, yakni dari Polri-TNI, Kemenkes, dan Ikatan Dokter Ahli Forensik Indonesia.

“Di RS Polri ini telah bekerja tim DVI sebanyak 306 personel. Ada dari Polri, dari TNI, Kemkes, dari Ikatan Dokter Ahli Forensik Indonesia bekerja bersama untuk identifikasi terhadap jenazah korban daripada kecelakaan pesawat tersebut,” jelasnya.

Prihal pelaksanaan proses identifikasi jenazah besok, Rusdi menyebut RS Polri telah menerima sebanyak 21 sampel DNA dari keluarga korban. Tak hanya melakukan identifikasi, nantinya tim DVI juga akan mengusut soal hal-hal yang berkaitan dengan kecelakaan pesawat tersebut.

“Dapat kami informasikan sampai saat ini tim telah menerima sampel DNA sebanyak 21 sampel. Kemudian kantong jenazah sebanyak 7 kantong jenazah. Mulai besok tim akan melakukan tugas melakukan identifikasi terhadap kantong-kantong jenazah maupun hal-hal lain yang berhubungan dengan kecelakaan pesawat tersebut,” kata dia.

Sekedar diketahui, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut tim evakuasi telah menemukan titik yang diduga menjadi posisi black box pesawat. Black box Sriwijaya Air SJ182 ini sudah diberi marking.

BACA JUGA:  Perenang Belanda di Olimpiade 2020 Tokyo, Masih Turunan Jawa

“Teman-teman dari TNI dan Basarnas, termasuk stakeholder TNI dan Polri juga, saat ini terus berupaya untuk mendapatkan black box yang posisinya juga diduga kuat adalah posisi black box yang kita cari,” kata Marsekal Hadi dalam konferensi pers di JICT 2, Jakarta, Minggu (10/1/2021).

“Terbukti dua sinyal yang dikeluarkan oleh black box tersebut terus bisa dipantau dan sekarang sudah kita beri marking,” imbuh Panglima TNI.

Artikel sebelumyaKepala BNPB Berharap Warga di Daerah Longsor Sumedang Mau Direlokasi
Artikel berikutnyaDemi Keadilan, Sang Anak di Demak Tetap Ngotot Penjarakan Ibu Kandungnya