11 Penumpang Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Merupakan Warga Banten

66
11 Penumpang Pesawat Sriwijaya Air SJ185 Merupakan Warga Banten
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten, mencatat data manifest ada 11 warga asal Banten yang menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182 jurusan Jakarta-Pontianak, Sabtu (9/1/2021). Diketahui, bahwa pesawat jenis Boeing 737 ini hilang kontak 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta.

Pihak keluarga diminta untuk mendatangi Crisis Center Bandara Soekarno Hatta (Soetta) atau Supadio Pontianak untuk melakukan tes DNA guna keperluan identifikasi korban.

Sekretaris Dishub Provinsi Banten Herdi Jauhari mengatakan, hingga kini pihaknya belum mendapatkan data secara utuh. Berdasarkan data manifest, hanya disebutkan nama dan asal kabupaten atau kota.

“Mungkin update melalui TV saja kang. Hanya data asal penumpang itu,” katanya kepada wartawan, Senin (11/1/2021).

Dari data pertanggal 10 Januari 2021, tercatat ada 11 warga asal Banten yang dijadwalkan mengikuti penerbangan dari pesawat Sriwijaya Air yang jatuh.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo membenarkan, bahwa ada sekitar 11 warga Banten saat tragedi jatuhnya Sriwijaya Air tersebut. Kini pihaknya Jasa Raharja sedang melakukan pengecekkan secara langsung ke domisili korban dan keluarganya.

Data warga Banten itu, terdiri dari dua crew pesawat dan sembilan orang penumpang. Di antaranya, Dhika (INST) (SFA) seorang crew asal Tangerang dan Mia Tresetyani (FA) seorang crew asal Tangerang.

Arneta Fauzia (P) Kota Serang, Fao Nuntius Zai (?) Kota Serang, Zurisya Zuar Zai (P) Kota Serang, Umbu Kristin Zai (P) Kota Serang. Rusni (P), daerah asal hanya disebut Banten, XCU FA Grislend Gloria Natalies (P) asal hanya tertulis Tangerang, Rahmana Ekanada (P) Kota Tangerang Selatan. Selanjutnya, Iuskandar (L) asal hanya tertulis Tangerang serta Nelly (P) Kabupaten Tangerang.

BACA JUGA:  Urus Izin Usaha Travel Haji dan Perguruan Tinggi Bisa Online

“Data dari Jasa Raharaja dan lagi cross check lapangan untuk santunannya,” kata Tri saat dikonfirmasi, Senin (11/1/2021).

Terkait peristiwa kecelakaan pesawat tersebut keluarga diimbau untuk datang ke bandara keberangkatan maupun kedatangan Sriwijaya Air. Hal itu dilakukan untuk kepentingan identifikasi mengingat korban yang ditemukan sebagian besar dalam keadaan tidak utuh.

“Sehubungan banyak korban yang tidak utuh, maka orangtua atau saudara kandungnya diminta datang ke Crisis Center di Bandara Soetta atau di Bandara Supadio Pontianak untuk tes DNA,” tuturnya.

Dia menyampaikan untuk pencarian, pihaknya tak ikut menurunkan personel untuk pencarian korban Sriwijaya Air. Operasi pencarian kini ditangani oleh Basarnas, TNI dan Polri.

“Terkait pencarian warga Banten bersamaan dengan penumpang SJ 182 lainnya oleh Basarnas dan lain-lain,” katanya.

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJY 182 yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang menuju Bandara Supadio Pontianak hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021 sekitar pukul 14.40 WIB. Diduga, pesawat jatuh di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.***