Beras murah Vietnam banjiri Cipinang, Pedagang Resah

27
Beras murah Vietnam banjiri Cipinang, Pedagang Resah
beras murah vietnam ft ilustrasi
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Beras murah Vietnam Ribuan ton berasĀ  bakal ke Indonesia beberapa hari ke depan. Sarinah dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) adalah dua perusahaan pelat merah yang mendapat jatah mengimpor beras itu.

Wakil Ketua Umum Perpadi (Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras) Billy Haryanto mengatakan Sarinah mengirim 300 ton beras asal beras murah Vietnam itu ke Pasar Induk Cipinang hari Rabu (13/1).

Beras murah Vietnam itu, kata dia, membanjiri Pasar Induk Cipinang. “Beras itu masuk tiba-tiba, tentu ini berimbas pada beras lokal,” kata Billy di Kawasan Senayan, Jakatya, Rabu, (13/1).

Gara-gara beras itu masuk, kata Billy, pedagang pasar Cipinang menjerit. Soalnya, ujar Billy, harga beras berjenis beras jasmine itu dibanderol Rp 9 ribu per kilogram, hampir sama dengan harga beras di Cipinang.

“Setahu saya beras jasmine itu beras khusus. Harusnya harganya lebih dari Rp 9 ribu. Karena modalnya saja Rp 12 ribu,” kata Billy seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Bayu Istiqlal, Kamis (14/1).

Karena penasaran harganya miring, Billy dan para pedagang di Cipinang membuka kantong beras jasmine itu. “Pas saya cek ternyata bukan beras khusus, beras biasa. Pantesan bisa murah,” ujar Billy.

Menurut Billy, impor beras putih biasa tidak dapat dilakukan sembarangan, karena harus melalui Bulog. Penugasan untuk Bulog itu termaktub dalam Perpres Nomor 48 Tahun 2016 tentang Penugasan Kepada Perum Bulog Dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional.

Billy mengatakan bahwa importir dalam hal ini PT Sarinah harus bertanggangjawab atas masuknya beras vietnam tersebut ke Indonesia. Pihak berwenang harus berani mengusut beredarnya beras tersebut karena akan mematikan beras lokal.

“Pemerintah harus turun tangan, ini tidak bisa dibiarkan, karena ini menyangkut beras kebutuhan nasional dan menyangkut kehidupan para petani di Indoensia,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Kota Tangerang terima vaksin COVID-19 awal bulan Februari

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, Pertanian (KPKP) rutin melakukan pengawasan dan pemeriksaan beras yang diperdagangkan di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur untuk menjaga keamanan beras yang dikonsumsi warga.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Darjamuni mengatakan, Pasar Induk Beras Cipinang merupakan salah satu pintu masuk beras Jakarta sebelum terdistribusi ke berbagai pasar eceran di seluruh wilayah Jakarta.

Pelaksanaan pengawasan mencakup pengambilan sampel beras untuk menguji kandungan klorin yang kemungkinan ditambahkan oleh oknum pelaku usaha saat memproduksi beras hingga beras terlihat putih, bersih, dan menarik.