BNPB: Dua Puluh Ribu Jiwa Lebih Terdampak Banjir di Kalimantan Selatan

205
Dua Puluh Ribu Jiwa Lebih Terdampak Banjir di Kalimantan Selatan
21.990 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan ft istw
KALSEL,banten.indeksnews.com – Data BNPB  Duapuluh ribu jiwa lebih  21.990 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan akibat hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan air sungai di Kecamatan Pelaihari meluap yang terjadi pada Minggu (3/1) pukul 10.30 WITA.
Hal ini berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB per 15 Januari 2021 pukul 11.40 WIB.

BNPB mendapat laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut melaporkan bahwa saat ini tinggi muka air terpantau sekitar 150 cm sampai 200 sentimeter yang merendam 6.346 unit rumah dan duapuluh ribu jiwa terdampak banjir.

21.990 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan ft istw 1
21.990 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan ft istw 1

Disamping itu, BPBD juga terus melakukan pendataan 5 titik pengungsian bagi masyarakat sebanyak duapuluh ribu jiwa yang berdampak banjir.

BPBD Kabupaten Tanah Laut juga menginformasikan akses jalan dari Palaihari ke Banjarmasin terputus akibat banjir. Saat ini tim gabungan bergotong royong dalam melakukan penanganan bencana yang terjadi. BPBD Kabupaten Tanah Laut juga mendata beberapa kebutuhan mendesak yang dibutuhkan masyarakat terdampak hampir duapuluh ribu jiwa lebih seperti sandang, pangan, terpal, matras, selimut dan peralatan dasar kebencanaan.

Berdasarkan pemantauan BMKG, Kalimantan Selatan berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. BNPB menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga, ditengah musim hujan yang akan terjadi hingga Februari 2021. Masyarakat juga dapat memantau informasi prakiraaan cuaca melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

(Dr. Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB)

BACA JUGA:  MAKI Temukan Dugaan Pemotongan Insentif Nakes COVID-19 di Salah Satu RS di Serang
Artikel sebelumyaBPBD Sulbar : Korban Gempa Majene-Mamuju Jadi 35 Orang Meninggal
Artikel berikutnyaKIA Resmi Ganti Logo dan Slogan Baru