Belasan THM dan Diskotik di Tutup Paksa Bupati Bekasi, Ini Daftarnya :

138
THM
BEKASI,jawabarat.indeksnews.com_
Upaya tegas penanganan Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ternyata tidak main-main. Guna menekan penyebaran virus asal Wuhan, China ini, Sebanyak 18 Tempat Hiburan Malam (THM), 38 tempat hangout (tempat nongkrong) dan 20 restoran ditutup sementara Bupati Bekasi.

Penutupan sejumlah tempat di Kabupaten Bekasi tersebut, disampaikan Bupati Eka Supria Atmaja, didampingi Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan, usai hasil Operasi yang dilakukan pada Rabu (13/01/21) banyak tempat yang melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di tengah Pandemi Covid-19 l.

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengatakan, ini upaya tegas yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, diawali dengan penutupan pada THM di kawasan Thamrin, Kecamatan Cikarang Selatan, yang terbukti melanggar PPKM

“Dari hasil operasi yang dilakukan kami bersama unsur Polri, dan TNI. Ada lima THM yang kami berikan tindakan tegas berupa penutupan karena melanggar PPKM,” ujar Eka Supria Atmaja, Sabtu (16/01/21).

Dalam operasi tersebut, Bupati Bekasi menjelaskan Tim gabungan langsung bergegas menuju Kawasan Cikarang Square dan kembali menutup tempat SPA dan Hotel Grand Surya. Tak tanggung-tanggung, petugas langsung melakukan penyegelan dan meminta pengelola untuk tidak membuka bisnisnya kembali.

“Selain itu, petugas kembali menyisir THM di wilayah Kecamatan Tambun Selatan, dengan kembali menutup dan menyegel 12 THM serta diskotik,” ungkap Bupati Eka Supria Atmaja.

Bahkan, Bupati Eka menambahkan, tim gabungan yang terdiri aparat keamanan dengan tegas menutup diskotik Lutte di Jalan Raya Inspeksi Kali Malang dengan menutup secara permanen.

“Kami tidak main-main dan akan menindak tegas apapun tempat usaha yang tidak mengedepankan protokol kesehatan ditengah masa PPKM. Apalagi tetap tidak mengindahkan aturan ditengah Pandemi dan tetap buka pada malam hari,” tegas Eka.

Pada dasarnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi tidak melarang bentuk usaha apapun, apalagi untuk memulihkan ekonomi. Namun ada yang harus diperhatikan bagi para pelaku usaha, dapat mengedepankan Protokol Kesehatan (prokes) dan imbauan atau surat edaran yang berlaku sejak tanggal 11-25 Januari 2021.

“Melihat kenyataan di salah satu THM (diskotik) yang kami datangi, sangat miris ketika pihak manajemen tidak mengindahkan prokes, ditambah masih membuka usahanya melebihi jam operasi yang ditentukan. Ini upaya tegas kami dalam menekan penyebaran virus Corona di Kabupaten Bekasi,” tegas Eka.

Berikut Daftar 18 THM/Diskotik Yang Ditutup Paksa Pemkab Bekasi :

_Nuc Café (Diskotik/Dj) di Kalimalang,
_Café Lute (Diskotik/Dj di Kalimalang,
_Hotel Win Grand (Diskotik/Dj) ) di Kalimalang,
_Hotel WW (Diskotik/Dj) di Kalimalang,
_Café Baronk (Diskotik/Dj)  di Kalimalang,
_Café Kenis (Diskotik/Dj) di Kalimalang,
_Café Bernandus (Diskotik/Dj) di Kalimalang,
_Café Grand Palazo (Diskotik/Dj) di Kalimalang,
_Café Rr (Diskotik/Dj) di Kalimalang,
_Café King (Diskotik/Dj) di Kalimalang,
_Café Golden (Samping Lute) di Kalimalang,
_Cafe Melati (Diskotik/Dj) di Metland,
_Panghegar Cafe Cikarang Barat,
_Dendys Cafe jalan Imam Bonjol, Cikarang Barat,
_Neo Eden Karaoke, Ruko Thamrin, Cikarang Selatan,
_KING International Bussines Club, Ruko Thamrin, Cikarang Selatan,
_Hotel Grand Surya, Ruko Cikarang Square, Cikarang Selatan,
_Bunker Resto Cafe, Java Palace Jababeka, Cikarang Utara.**