Diduga Aksi Diskriminasi Dialami Wartawan di Sukabumi, PWI dan AWDI Geram

64
Aksi Diskriminasi
ILUSTRASI.
SUKABUMI,jawabaratindeksnews.com_  Aksi diskriminasi terhadap tugas Wartawan atau Jurnalis masih saja terjadi, padahal Wartawan / Jurnalis adalah profesi yang dilindungi oleh Negara, dimana secara tupoksi melakukan sebuah tugas jurnalistik mulai mencari informasi, memperoleh, memiliki, mengolah, menyimpan dan menyampaikan informasi tersebut, untuk dipublikasikan atau disiarkan. Hal tersebut, dengan dasar informasi yang dipublikasi benar, tepat, akurat, dan objektif.

Namun tidak demikian yang terjadi di Sukabumi, Jawa Barat, aksi diskriminasi disela tugas wartawan dan jurnalis kembali terjadi. Aksi yang dinilai keranah diskriminasi tersebut, menimpa wartawan media online Lingkar Pena bernama Aris, saat ditugaskan untuk meliput kegiatan Persiapan Perencanaan Pembagunan Revalidasi Ciletuh Palabuhanratu- Unesco Global Geopark (CPUGGp) di Pendopo Sukabumi, Senin (18/01/21).

Informasi yang dihimpun, Aris yang juga sebagai salah satu pengurus di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi, tidak mengerti apa alasan, ketikan dirinya diusir tanpa memberikan alasan tidak jelas oleh oknum Panitia kegiatan Persiapan Perencanaan Pembagunan CPUGGp yang diadakan Pemkab Sukabumi.

“Saya ditugaskan menghadiri kegiatan tersebut, tapi kenapa sampai ada aksi pengusiran, dan itu ketika beberapa menit sudah berada di dalam ruang pertemuan kegiatan digelar. Tiba-tiba salah satu dari oknum panitia mendatangi saya, lalu bertanya dan langsung menyuruh untuk meninggalkan ruangan,” jelas Aris, dilansir dari Jurnalsukabumi, Senin (18/01/21) kemarin.

Aksi Diskriminasi
FOTO/JURNALSUKABUMI : Ketua dan Anggota PWI Kabupaten Sukabumi, saat mengklarifikasi kronologi aksi pengusiran yang dialami Aris (anggota PWI) di salah satu kafe kopi di Kota Sukabumi.

Aris merasa kebingungan dan tidak mengerti apa alasan oknum panitia kegiatan tersebut, sampai menyuruhnya untuk keluar dari ruangan pertemuan kegiatan tersebut digelar.

“Kalo keberatan dengan kehadiran saya berikan alasan yang jelas, kenapa harus ada aksi yang berunsur diskriminasi terhadap profesi wartawan,” seloroh Aris.

Sontak aksi yang dinilai keranah diskriminasi terhadap tugas Wartawan dan Jurnalis, membuat geram Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Asep Solihin, dirinya mendapat informasi aksi pengusiran langsung dari Aris dan langsung menyergap kronologis aksi yang dialami anggotanya.

“Saya menyangkan hal tersebut terjadi, sebagai nama lebaga PWI saya mengecam keras adanya aksi diskriminasi terhadap profesi wartawan. Insiden tersebut seharusnya tidak perlu terjadi,” cetus Alves sapaan akrab Ketua PWI Kabupaten Sukabumi.

Alves mengaku dan membenarkan, pengakuan Aris ditugaskan sebagai anggota PWI untuk menghadiri acara Revalidasi CPUGGp di Pendopo Bupati Sukabumi. Mengingat pentingnya pembahasan Revalidasi CPUGGp untuk dihadiri dengan harapan ada informasi yang bisa kemas untuk jadi suatu berita yang bermanfaat untuk masyarakat.

“Benar, kami telah menugaskan beliu sebagai pengurus PWI Kabupaten Sukabumi untuk menghadiri acara tersebut mengingat pentingnya pembahasan CPUGGp untuk dihadiri,” beber Alves.

Buntut dari pengusiran tersebut, juga mendapat komentar dari Katua Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) Sukabumi Raya, Agus Hariadi, bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap satu profesi (wartawan), menyangkan dan geram adanya informasi insiden pengusiran yang dialami wartawan yang tergabung dalam lembaga PWI.

“Perlu kami tegaskan kepada para pejabat publik atau pihak terkait, profesi wartawan/jurnalis itu dilindungi Undang -Undang, dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh hukum, dalam hal ini UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, selain merupakan tindak pidana yang dilarang oleh UU Pers. Hal itu juga merupakan pelanggaran berat terhadap asas-asas demokrasi dalam suatu negara. Untuk itu, kami yang tergabung dalam AWDI Sukabumi Raya dengan tegas mengecam adanya aksi diskriminasi terhadap profesi wartawan di Sukabumi,” kesal Agus.

Ketika indeksnews.com mencoba mengkonfirmasi kepada Panitia kegiatan Persiapan Perencanaan Pembagunan Revalidasi Ciletuh Palabuhanratu-Unesco Global Geopark (CPUGGp) di Gedung Pendopo Bupati Sukabumi, tidak berhasil ditemui.

“Maaf kang, sepertinya kegiatan tersebut sudah usai sejak tadi dan sudah pada bubar,” singkat salah satu petugas piket keamanan Pendopo yang enggan disebutkan namanya.(CR-1/Red)**