PUPR Alokasikan 18 Triliun Untuk Padat Karya Tunai, Guna Pulihkan Perekonomian dan Membangun Desa di Tengah Pandemi 2021

139
PUPR
FOTO ILUSTRASI : Menteri PUPR Basuki Hadimoeldjono.
JAKARTA,jawabarat.indeksnews.com_ Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang juga merupakan anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Telah laksanakan Padat Karya Tunai, sebagai bagian dari skenario untuk pemulihan ekonomi dan pembangunan pedesaan di tengah pandemi Covid-19.

Menteri PUPR Basuki Hadimoeldjono mengatakan, bahwa Padat Karya Tunai yang dicetus Kementerian PUPR di tahun 2020 tersebut dilakukan untuk mempertahankan daya beli masyarakat pedesaaan ditengah pandemi Covid-19.

“Padat Karya Tunai ditujukan untuk mempertahankan daya beli masyarakat di pedesaan. Jadi mendistribusikan uang pembangunan ke desa-desa,” ungkap Basuki.

Basuki menjelaskan, Padat Karya Tunai ini adalah bagian upaya pemerintah dalam memberikan pekerjaan kepada masyarakat desa dengan tidak menggunakan teknologi dalam pelaksanaannya. Dalam pelaksanaannya juga akan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan mengurangi jumlah pekerja dengan pengaturan jadwal agar dapat merata dan selesai dengan baik.

“Seperti perbaikan irigasi kecil yang biasanya dilakukan oleh 76-80 orang, ini kita bagi dua, 40 orang, tapi kita schedule dulu, seminggu, seminggu, seminggu. Yang tadinya dikerjakan 2 bulan, mungkin nanti bisa menjadi 3 bulan,” jelas Basuki.

PUPR
Grafik/Antara.

Menyinggung mengenai upah, Basuki mengatakan bahwa para pekerja akan meneripa upah per minggu seperti yang sudah sering dilakukan di pedesaan.

“Ini semua dibayar mingguan, seperti yang yang biasa terjadi di pedesaan. Di pedesaan ada yang kamisan ada yang mingguan, kita coba terapkan seperti itu,” kata Basuki.

Perlu diketahui bahwa dalam rangka melaksanakan Padat Karya Tunai, Kementerian PUPR telah menyiapkan anggaran senilai kurang lebih 10 triliun dari total realokasi anggaran tahun 2020 senilai Rp 36,19 triliun. Sedangkan pengalokasian di 202I sekitar Rp 18,42 triliun.

“Untuk program padat karya tunai 2021 dengan tujuan membuka lapangan pekerjaan lebih banyak. Rencana program padat karya itu meliputi bidang sumber daya air, permukiman, jalan dan jembatan, serta perumahan,” beber Basuki.

Kementerian PUPR juga telah bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk menjaring Tenaga Kerja Indonesia yang baru pulang dari Malaysia atau negara lain untuk selanjutnya dapat meneruskan roda perekonomian dan pembangunan di desa masing-masing.

“Padat Karya ini di daerah-daerah yang kami sudah bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri yang PMI baru pulang dari Malaysia kita indentifikasi dari mana asalnya, kita giring untuk bekerja mengarap program Padat Karya,” tandasnya.***

Artikel sebelumyaBunga Ayu Resort Sukses Menginisiasi Pembangunan Dua Jembatan di Sukabumi dan Banten
Artikel berikutnyaDebut MotoGP 2021, Jorge Martin Bakal Bela Tim Pramac Racing