Fenomena Pusaran Angin Topan di Wonogiri, Ini Penjelasan BMKG

278
Fenomena Pusaran Angin Topan di Wonogiri, Ini Penjelasan BMKG
fenomena waterspout di waduk Gajah Mungkur ft istw
WONOGIRI, banten.indeksnews.com- Fenomena pusaran angin menyerupai angin puting terjadi di atas perairan Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah pada Rabu (20/1/2021) sekitar pukul 16.00 WIB kemarin.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, fenomena pusaran angin tersebut dikenal dengan waterspout, yang identik dengan fenomena puting beliung. Tetapi terjadi di atas permukaan air yang luas.

“Fenomena waterspout atau fenomena pusaran angin terbentuk dari sistem awan cumulonimbus (CB). Namun demikian, tidak semua awan CB dapat menimbulkan fenomena tersebut, tergantung pada kondisi labilitas atmosfer,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto dalam keterangannya, Kamis (21/1/2021).

Guswanto menjelaskan, keberadaan awan CB dapat mengindikasikan adanya potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Pada kondisi tertentu yang dapat menimbulkan potensi puting beliung atau waterspout.

Guswanto menyebut, karakteristik fenomena waterspout kejadiannya bersifat lokal, terjadi dalam periode waktu yang singkat. Umumnya sekitar kurang lebih 10 menit dan lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, terkadang menjelang malam hari.

“Hanya muncul dari sistem awan Cumulonimbus (CB), tetapi tidak semua awan CB dapat menimbulkan fenomena waterspout dan kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama dalam waktu yang dekat,” ucap Guswanto.

Guswanto tak memungkiri, berdasarkan catatan BMKG, Wonogori selama Januari-Februari ini masih berada pada periode puncak musim hujan. Sehingga potensi hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang bahkan puting beliung masih perlu diwaspadai hingga Februari mendatang.

“Ketika ada kejadian fenomena cuaca esktrem (Waterspout) tersebut, masyarakat dihimbau untuk berhati-hati dengan tidak mendekati area kejadian fenomena tersebut guna menghindari risiko yang lebih buruk,” imbau Guswanto.

BACA JUGA:  Cari Tersangka Baru Asabri,  Nominee dan Staf Bentjok,  Heru dan Piter Dicecar

BMKG, lanjut Guswanto, Selama periode puncak musim hujan Januari-Februari, masyarakat diimbau untuk tetap waspada potensi cuaca ekstrem dan dihimbau untuk selalu update informasi cuaca dari kanal-kanal informasi BMKG.

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam, yaitu melalui http://www.bmkg.go.id atau media Instagtam @infoBMKG.

Artikel sebelumyaKabupaten Tasikmalaya Siaga Darurat Bencana
Artikel berikutnyaJanji Joe Biden Setelah Dilantik : Akan Jadi Presiden untuk Seluruh Rakyat Amerika