Kabupaten Tasikmalaya Siaga Darurat Bencana

282
Kabupaten Tasikmalaya Siaga Darurat Bencana
SIAGA BENCANA GAMBAR ILUSTRASI
TASIKMALAYA, banten.indeksnews.com – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Tasikmalaya tentang Siaga Darurat Bencana sampai April 2021. Hal ini dalam upaya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Sebab Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana paling tinggi di urutan kelima secara nasional.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Tasikmalaya Nuraedidin mengatakan sejak awal sampai pertengahan Januari 2021 sudah tercatat sebanyak 31 titik bencana alam yang terjadi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Bencana yang terjadi, kata dia, seperti banjir di Kecamatan Sukaresik, Bantarkalong, longsor di Kecamatan Salawu, Kadipaten, Puspahiang dan beberapa kecamatan lainnya. “Kemudian ada hujan disertai angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang dan merusak rumah,” ujarnya kepada Radar, Rabu (20/1).

Dampak yang diakibatkan oleh bencana tersebut, kata dia, mengakibatkan puluhan rumah warga rusak ringan, sedang sampai berat akibat tertimpa longsor hingga jalan kabupaten, kecamatan dan desa sempat tertutup material longsor termasuk lahan persawahan.

Bahkan, kata Nuraedidin, di awal Januari ada satu korban meninggal dunia akibat tersambar petir ketika hujan disertai angin terjadi di Desa Salebu Kecamatan Mangunreja. “Maka dari itu, pemerintah daerah sudah menetapkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana ini,” tuturnya.

Salah satunya, sambung dia, yakni dengan mengeluarkan
SK Bupati tentang Siaga Darurat Bencana menindaklanjuti prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi cuaca ekstrem akan terjadi sejak Desember 2020 lalu sampai April 2021.

“SK Bupati tersebut, dikeluarkan untuk kesiapsiagaan menghadapi bahaya bencana baik dalam menanggulangi kerusakan pasca bencana, sebelum bencana termasuk mempersiapkan anggaran dari Bantuan Tidak Terduga (BTT),” paparnya.

Untuk masalah anggaran kebencanaan, jelas dia, pemerintah daerah pastinya sudah mempersiapkan, namun untuk nominal belum muncul.

BACA JUGA:  Ibu Kandung Wartawan disiram Air Keras di Medan, Minta Tangkap Otak dan Dalangnya

“Artinya seperti daerah lain yang mengalami bencana alam, Kabupaten Tasik ikut siaga bencana. Karena bencana alam tidak bisa diprediksi kapan terjadinya. Apalagi di bulan-bulan ini cuaca ekstrem sudah diprediksi BMKG,” papar dia.

Dia menerangkan bencana alam yang paling rawan terjadi di Kabupaten Tasik yakni longsor, karena tekstur tanah di beberapa kecamatan memiliki tanah merah dan labil. Sehingga ketika hujan intensitas tinggi bisa memicu longsor.

Kemudian, lanjut dia, banjir, banyak sungai yang melalui wilayah Kabupaten Tasik seperti Ciwulan, Cikunten, Citanduy-Cikidang dan sungai kecil lainnya. Seperti banjir yang selalu terjadi di Kecamatan Sukaresik, Karangnunggal dan Bantarkalong.

Selanjutnya, pergerakan tanah seperti yang terjadi di Kecamatan Salawu dan Pagerageung. Kemudian, angin puting beliung yang disertai hujan angin serta petir. Termasuk bencana gempa bumi dan Tsunami di Kecamatan Cipatujah.

BPBD, tambah dia, dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, bersama Muspida, TNI/Polri, Tagana, relawan bencana disetiap desa dan kecamatan bekerjasama dalam tanggap darurat bencana.

“Maka baik sebelum bencana kita antisipasi dengan mengingatkan masyarakat, kewaspadaan bencana, menyiapkan personel, kemudian memetakan titik rawan kebencanaan. Termasuk mempersiapkan logistik yang dibutuhkan sebelum maupun pasca bencana,” jelas dia.

Dia menambahkan wilayah di Kabupaten Tasik yang rawan bencana baik banjir maupun longsor atau pergerakan tanah yaitu Kecamatan Sukaresik, Karangnunggal, Bojongasih dan Bantarkalong.

Kemudian, rawan longsor di Kecamatan Salawu, Cigalontang, Puspahiang, Bojonggambir, Sodonghilir, Taraju, Cibalong, Sukaraja, Gunungtanjung, Karangjaya, termasuk Cisayong, Sukahening, Rajapolah, Jamanis, Kadipaten dan Ciawi.

Sementara itu, untuk rawan pergerakan tanah seperti Kecamatan Pagerageung dan Salawu. Pemetaan titik rawan bencana di wilayah Kabupaten Tasik sudah dipetakan termasuk jenis bencana alamnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) mengaku sangat prihatin atas terjadinya bencana alam di wilayah Jawa Barat termasuk Kabupaten Tasik baik banjir dan longsor serta bencana lainnya yang dipicu cuaca ekstrem.

BACA JUGA:  Gara Gara Pengusaha Sumbang Penanganan Covid 19 ke Kapolda SumSel, Semua Seakan Menahan Napas

“Beberapa Minggu terakhir ini, kami merasa prihatin telah terjadi kebencanaan di wilayah Jawa Barat seperti banjir dan longsor di Cisarua Puncak Bogor, kami sudah komunikasi dengan bupati-nya bahwa ada kerusakan rumah milik warga,” ungkap dia.

Pemerintah Provinsi Jabar juga, terang dia, sudah menugaskan Wakil Gubernur (Wagub) Jabar Uu Ruzhanul Ulum bersama tim kebencanaan provinsi untuk meninjau ke lokasi bencana.

“Kita berharap tingkat kebencanaan bisa berkurang. Kita saling mendoakan Covid-19 belum selesai bencana silih berganti terjadi di Indonesia. Perlu kewaspadaan dan mengevaluasi hadirnya rumah di lahan-lahan yang berbahaya,” terang dia.

Artikel sebelumyaKomjen Listyo Sigit Jadi Kapolri, Ini Rencana 100 Hari Pertama
Artikel berikutnyaFenomena Pusaran Angin Topan di Wonogiri, Ini Penjelasan BMKG