Pembangunan Lanjutan SMPN 3 Rajeg Kab. Tanggerang, Diduga Gunakan Bahan Bangunan Bekas

222
Pembangunan
KAB.TANGERANG,banten.indeknews.com- Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten yang di lakukan oleh pemerintah mulai menggeliat, salah satu nya pembangunan lanjutan Sekolah SMPN 3. Rajeg, di kecamatan Rajeg kabupaten Tangerang Banten.

Dana pembangunan sekolah SMPN 3 tersebut menggunakan anggaran APBD Kabupaten Tangerang TA 2020,dengan nilai anggaran,3,408.000.000,00. dengan masa waktu kerja 90 hari kerja.

Namun dari temuan dilapangan oleh Forum Bhayangkara Indonesia DPD Banten, terindikasi Pembangunan proyek lanjutan SMPN 3 tersebut di duga banyak mengurangi spek pekerjaan lanjutan tersebut, dan menggunakan bahan bahan bekas, hal tersebut sesuai info dari beberapa narasumber di lapangan.

Sabar Manahan Bidang Organisasi (OKK) Forum Bhayangkara Indonesia, saat di komfirmasi di ruang kerja nya menjelaskan, “Ya kami sudah berkirim surat ke Dinas Tata ruang dan bangunan,(DTRB)Kabupaten Tangerang, yang kami layangkan pada tanggal 07/01/2021,dengan No 002/audiensi /FBI/2021,” ujar Manahan.

“Surat yang kami layangkan ke dinas DTRB tersebut mengenai permohonan data terkait pembangunan gedung sekolah tersebut, tapi justru yang menjawab pihak kontraktor, kan lucu birokrasi kita ini, surat dilayangkan ke Dinas, yang menjawab bukan kapasitas nya untuk menjawab,” tambah manahan.

Lebih jauh, dikatakan oleh Manahan,” sesuai dengan peran serta masyarakat yang di tuangkan dalam Undang Undang No.17 Tahun 2013 tentang organisasi masyarakat, sebagai yang telah di ubah menjadi PERPPU No.2 Tahun 2017, dan Peraturan pemerintah RI. No 71 Tahun 2000 tentang cara pelaksanaan peran serta masyarakat, dalam pembangunan Bangsa meliputi peran pelaksana, pembinaan dan pengawasan yang di lakukan secara kritis, konstruktif, konsepsional terhadap pelaksanaan pembangunan yang di lakukan oleh pemerintah maupun swasta.

“Kita sangat menyayangkan akan kelakuan oknum kontraktor yang menghubungi saya, “kalau mau tau RAB, bapak ikut lelang, ikut tender, bapak siapa? Itu dokumen negara, kata penelpon nya. Kita pastikan akan segera melaporkan perlakuan seperti ini ke pihak penegak hukum, dalam waktu dekat,” terang Manahan.

Sementara di kesempatan yang lain saat di konfirmasi ke Dinas DTRB kabupaten Tangerang, melalui pesan whatsap, Kamis 21/01/2021, tetapi tanggapan pihak Dinas, sangat diluar dugaan. Bahkan Sekretaris dinas nya seakan tidak tau tentang peristiwa tersebut.

“Terkait persoalan itu nanti saya arahkan ke Kabid Bangunan, masalah kontraktor yang menanggapi nanti saya konfirmasi Kabid bangunan, ma’af saya masih rapat, terang nya singkat.” jawabnya

PT.Rihana Gemilang Jaya, Selaku kontraktor pelaksana pengerjaan proyek lanjutan SMP,N,3 Rajeg, kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang Banten, hingga berita ini di muat, pihak nya belum bisa di hubungi untuk memberikan keterangan.*(Red)

Artikel sebelumyaSuzuki Luncurkan Tampilan Baru New Carry Pick Up
Artikel berikutnyaPelaku Ekshibisionis ke Istri Isa Bajaj Terancam 10 Tahun Bui