Saham Alibaba Kembali Sehat Usai Kemunculan Jack Ma

123
Saham Alibaba Kembali Sehat Usai Kemunculan Jack Ma
Miliarder China, Jack Ma akhirnya muncul FT ISTW
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Saham Alibaba kembali sehat Miliarder China, Jack Ma akhirnya muncul kembali usai menghilang cukup lama dari publik. Lewat tayangan video call, Jack Ma berbicara di hadapan 100 guru dari pedesaan China.

Kemunculan Jack Ma juga membawa kabar bagi banyak pihak dan perusahaan rintisannya, Alibaba. Pasalnya, beberapa jam setelah video 50 detik Jack Ma, saham Alibaba langsung menguat naik sekitar 11 persen di Bursa Hongkong.

Dikutip dari Bloomberg, harga saham Alibaba Group (BABA) sempat menyentuh ke angka 265 dollar Hong Kong per lembar. Para investor menyambut baik kemunculan Jack Ma, tanpa dikenai hukuman maupun ditahan seperti spekulasi yang beredar.

Jack Ma Yun, the English teacher turned entrepreneur and former executive chairman of #Alibaba, showed up at a rural teacher-themed social welfare event via video link on Wed, his first public appearance since Alibaba came under tougher regulatory scrutiny.https://t.co/VXywPHEeyv pic.twitter.com/DKCXhASIhu

— Global Times (@globaltimesnews) January 20, 2021
“Video itu menunjukkan bahwa secara politis, Jack Ma diizinkan muncul lagi. Paling tidak, ini membuktikan dia tidak ditahan atau dilarang muncul di publik,” sebut Jackson Wong, direktur manajemen aset di Amber Hill Capital, seperti dikutip dari Strait Times, Kamis, 21 Januari.

Sebelum menjadi Milarder dan Bos dari Alibaba, Jack Ma sendiri merupakan mantan guru bahasa Inggris. Dari cuplikan video yang beredar, Jack Ma menghadiri upacara virtual dalam acara tahunan Rural Teacher Initiative.

Acara ini juga menjadi kemunculan pertamanya, sejak Oktober 2020. Sebelum menghilang dari publik, dia sempat melontarkan kritikan pedas dan menuding bahwa bank-bank di China beroperasi dengan mentalitas “rumah gadai” menyangkut jaminan untuk kredit.

BACA JUGA:  Covid Di Jakarta Melejit Polda Bareng Pemprov Lakukan 10 Titik Penyekatan Mulai Malam ini

Ia juga berpendapat bahwa regulasi perbankan yang berlaku dinilainya menghambat inovasi dan harus direformasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Pernyataan Ma agaknya membuat panas telinga pemerintah China yang kemudian memperketat regulasi bisnis fintech sehingga perusahaan Ant Group milik Ma gagal melantai di bursa saham.