Lima Anggota DPRD Jawa Barat Dipanggil KPK Terkait Kasus Suap Proyek di Indramayu

83
Lima Anggota DPRD Jawa Barat Dipanggil KPK Terkait Kasus Suap Proyek di Indramayu
KPK FOTO ILUSTRASI
JAWABARAT,banten.indeksnews.com – lima Anggota DPRD Jawa Barat 2019-2024 di panggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu Tahun 2019.

Juru bicara KPK, Ali Fikri mengatakan lima anggota DPRD Jawa barat itu dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Abdul Rozaq Muslim. “Kelimanya dipanggil sebagai saksi untuk tersangka ARM (Abdul Rozaq Muslim/Anggota DPRD Provinsi Jabar 2019-2024),” ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangannya di Jakarta, pada Selasa (26/1/2021) kemarin.

Lima Anggota DPRD Jawa barat yang dipanggil, yaitu Eryani Sulam, Almaida Rosa Putra, Dadang Kurniawan, Lina Ruslinawati, dan M Hasbullah Rahmat.

Selain itu, KPK juga memanggil dua mantan Anggota DPRD Jabar 2014-2019 Ganiwati dan Siti Aisyah Tuti Handayani sebagai saksi untuk tersangka Rozaq.

KPK pada 16 November 2020 telah menetapkan Rozaq sebagai tersangka baru dalam pengembangan kasus suap terkait pengurusan dana bantuan provinsi kepada Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2017-2019.

KPK menduga Rozaq menerima aliran dana Rp8.582.500.000 terkait kasus tersebut.

Tersangka Rozaq disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Sebelumnya dalam kasus itu, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, yaitu Bupati Indramayu Supendi (SP), Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah (OMS), Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triyono (WT), dan Carsa AS (CAS) dari unsur swasta.

Empat orang tersebut telah divonis Majelis Hakim Pengadilan Tipikor dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Dalam penyidikan tersangka Rozaq, KPK pada 2 Desember 2020 juga telah menggeledah rumah Rozaq di Indramayu dan mengamankan sejumlah dokumen yang terkait kasus tersebut.

BACA JUGA:  Jokowi: Insyaallah, Target Dua Hari Selesai Saat Tinjau Tanggul Citarum Yang Jebol Di Bekasi

Selanjutnya pada 3 Desember 2020, KPK juga telah digeledah Kantor DPRD Jawa Barat dan diamankan sejumlah dokumen bantuan provinsi, rekapitulasi usulan program kerja, dan dokumen lain yang terkait kasus tersebut