18 Kelurahan Di Kota Tangerang Rawan Banjir

42
18 Kelurahan Di Kota Tangerang Rawan Banjir
Taman cibodas Kota Tangerang ft istw
KOTA TANGERANG,banten.indeksnews.com – 18 kelurahan, Kelurahan Ciledug Indah 2 sempat menjadi wilayah dengan jumlah RW paling rutin terendam banjir, yaitu RW 08, karena lokasi wilayah perumahan tersebut adalah garis tepi kali angke, aliran sungai Cisadane.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mencatat ada 18 kelurahan rawan banjir. Kelurahan tersebut adalah Periuk Jaya, Batu Ceper, Panunggangan Barat, Uwung Jaya, Nambo Jaya, Pabuaran Tumpeng, Cipadu Jaya, Gaga, Cipadu, Kreo, dan Kreo Selatan.

Kemudian, Kelurahan Larangan Utara, Sudimara Selatan, Paninggilan Utara, Paninggalan, Pedurenan, Panunggangan Utara, dan Pinang. Kelurahan Larangan Utara juga sempat menjadi wilayah dengan jumlah RW paling banyak terendam banjir, yaitu 10 RW. 18 kelurahan harus menjadi perhatian kusus.

Sementara itu, Kelurahan Panunggangan Barat, Uwung Jaya, dan Pinang sempat menjadi wilayah dengan jumlah RW paling sedikit terendam banjir, yaitu satu RW tiap kelurahan.

Lalu, titik terendah genangan setinggi 20 sentimeter. Kemudian, titik tertinggi banjir mencapai 3 meter.

“Penyebab banjir itu biasanya karena bantaran kali lebih tinggi dari permukiman, sama mepet juga antara bantaran kali dengan permukiman,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPDB Kota Tangerang Febi Darmawan ketika dikonfirmasi, Rabu (27/1/2021).

Ia mengungkapkan, genangan air yang terjadi di Kota Tangerang lebih sering terjadi dibandingkan banjir. “Di bawah 100 sentimeter itu menyebutnya genangan air, karena surutnya juga cepat,” kata Febi.

Febi mengatakan bahwa saat ini debit air tiap sungai di Kota Tangerang masih dalam batas normal, meski pun beberapa hari terakhir ini diguyur hujan deras.

“Sampai saat ini, sampai Januari 2021 dari Desember 2020, debit air masih aman,” ungkapnya. Kendati demikian, ia berujar bahwa BPBD Kota Tangerang telah memasuki status siaga bencana.

BACA JUGA:  Jokowi: Insyaallah, Target Dua Hari Selesai Saat Tinjau Tanggul Citarum Yang Jebol Di Bekasi

“BMKG (Badan Meteorologi dan Klomatologi Geofisika) memprediksi (adanya) cuaca ekstrem. Nah, kami saat ini sudah dalam keadaan siaga terus,” papar dia.