Ketum PKB : Puji Kiai Said Aqil Siradj di Tengah Istighotsah Harlah NU ke-95

106
PKB
Foto Dokumentasi.
JAKARTA,jawabarat.indeksnews.com_ Keluarga besar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar istighotsah dan tahlil dalam rangka merayakan hari lahir (Harla) ke-95 Nahdlatul Ulama (NU), Minggu (31/01/21).

Dalam sambutannya Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar menilai, semakin hari PBNU yang dipimpin Said Aqil Siradj tambah kokoh (sakti). Pasalnya, tak ada satu pun pemimpin di dunia ini yang tak memuji peran NU.

“Kita wajib bersyukur dan bangga. Tambah hari NU tambah sakti. Ini karena Ketumnya atau tetangga Ketumnya dipuji penjuru dunia. Tambah hari NU tambah sakti Ini luar biasa,” kata Cak Imin sapaan akrab Ketua Umum PKB dalam acara istighotsah dan tahlil di Jakarta, dikutip dari kompas.

Cak Imin menilai, tidak ada satu pun peran di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang tak dijajaki PBNU.

“Sampai saat ini, tidak ada satu pun pemimpin dunia ini yang yang tidak memuji NU, semua memuji NU,” tegas Cak Imin.

Masih kata Cak Imin, selama puluhan tahun pemerintahan Arab Saudi sedikit sinis dengan PBNU. Namun, berjalan waktu pada akhirnya Arab Saudi juga angkat topi dan mengakui peran NU ditengah umat Islam.

“Setelah terjadi reformasi di Arab Saudi yang dipimpin Muhammad bin Salman (MBS) dengan tema rahmatan lil alamin, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj kerap disambagi petinggi dari berbagai negara khususnya di Timur Tengah untuk menyampaikan peran dan eksistensi NU dalam dunia Islam,” bebernya.

“Nanti Kiai Said bisa cerita bagaimana Dubes Saudi dulu yang tugas di sini enggak terlalu akrab, Tapi setelah tugas di luar, waktu tugas di sini tidak terlalu mencintai NU tapi tugas di negara lain mengakui kesaktian Kiai Said,” kata dia.

Disela pertengahan sambutannya Cak Imin, mengajak seluruh Nahdliyin untuk bersyukur dalam usia ke-95 tahun, Banyak prestasi dan sumbangsih NU untuk umat dan agama, Hal tersebut menunjukkan kesaktian NU teruji oleh zaman. Meski demikian, ia pun menyoroti sejumlah pekerjaan rumah (PR) bagi PBNU yang harus diperjuangkan para politisi dari kader NU baik di eksekutif maupun legeslatif.

“Baik dalam tataran perundang-perundangan dan konstitusi pemberdayaan umat. Penguatan penjagaan ke khasan dan kekayaan kultural NU sekaligus pemberdayaan dan penguatan NU,” tandas Cak Imin.**

DPP