PPATK Selesaikan Proses Analisis dan Pemeriksaan 92 Rekening FPI

41
PPATK Selesaikan Proses Analisis dan Pemeriksaan 92 Rekening FPI
Kepala Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan Dian Ediana Rae ft istw
JAKARTA, banten.indeksnews.com- PPATK Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan telah rampung memeriksa 92 rekening Front Pembela Islam (FPI) dan afiliasinya yang saat ini seluruh kegiatannya sudah dilarang pemerintah. Dan telah menyampaikan hasil pemeriksaan rekening itu ke pihak kepolisian.

“Sesuai dengan kewenangan dan jangka waktu yang diberikan oleh undang-undang, PPATK telah menyelesaikan proses analisis dan pemeriksaan terhadap 92 rekening FPI dan pihak terkait FPI yang telah dilakukan proses penghentian sementara transaksi,” kata Kepala Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan Dian Ediana Rae, dalam keterangannya, Minggu (31/1/2021).

“Tindakan penghentian transaksi yang dilakukan PPATK dilakukan dalam rangka memberikan waktu yang cukup bagi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan untuk melakukan analisis dan pemeriksaan atas rekening-rekening tersebut pasca-ditetapkannya FPI sebagai organisasi terlarang,” imbuhnya.

Nantinya, Polri lah yang berwenang menindaklanjuti hasil analisis pemeriksaan tersebut. “Hasil Analisis dan Hasil Pemeriksaan atas rekening-rekening tersebut telah disampaikan kepada Penyidik Polri untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangannya,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Dian sebelumnya sempat menyebut adanya transaksi di rekening FPI dari luar negeri, Rabu (20/1). Kala itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan masih belum dapat menyimpulkan soal aliran dana tersebut.

“Ya, ada. Dari penelusuran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan itu memang melihat keluar-masuk dana dari negara lain,” kata Dian kepada tim Blak-blakan, Rabu (20/1).

Sementara itu, kuasa hukum FPI, Aziz Yanuar, menyebut jika transfer itu berkaitan dengan pengelolaan dana kemanusiaan. Dia mengaku FPI mendapat kepercayaan masyarkat untuk mengelola dan tersebut. Aziz menyebut FPI memang fokus pada bantuan kemanusian di berbagai negara, salah satunya untuk Palestina.

“Itu menandakan FPI mendapat kepercayaan banyak warga dunia dalam mengelola dana umat untuk bencana kemanusiaan, anak-anak yatim, dan bantuan bencana, serta yang lainnya,” kata Aziz Yanuar kepada wartawan, Minggu (24/1).

BACA JUGA:  Kejagung 'Endus' Aset Tersangka Kasus Asabri Tersebar Dari Jawa Hingga Kalimantan dan Sulawesi

“FPI juga concern dengan bantuan kemanusiaan ke banyak negara yang mengalami penjajahan dan musibah, seperti misal di Gaza, Palestina. Juga terhadap saudara-saudara kita di Rakhine, Myanmar,” jelasnya.