Moeldoko: Jangan dikit – dikit Istana, Dalam Tanggapi AHY

142
Moeldoko: Jangan dikit - dikit Istana, Dalam Tanggapi AHY
TNI (Purn)Jenderal Moeldoko Kepala Staf Kepresidenan Ft istw
JAKARTA, banten.indeksnews.com- Moeldoko Kepala staf kepresidenan Republik Indonesia mengatakan dengan tegas agar jangan dikit-dikit istana dan Jangan membawa bawa nama presiden republik Indonesia Joko Widodo.

Seperti dikutip dari Kompas mengatakan bahwa menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dimana dalam keterangan persnya Senin 1 Februari 2021 siang tadi, menyebut ada pejabat dekat lingkaran Presiden Jokowi yang ikut ingin mengkudeta dia dan mengambil paksa Partai Demokrat.

“Jangan dikit-dikit istana. Dalam hal ini saya mengingatkan, sekali lagi jangan dikit-dikit istana dan jangan ganggu Pak Jokowi dalam hal ini karena beliau dalam hal ini tidak tahu sama sekali nggak tahu apa-apa dalam hal ini, dalam isu ini,” jelas Moeldoko, dalam keterangan pers lewat zoom, Senin malam 1 Februari 2021.

“saya adalah mantan Panglima saya open untuk semua kalangan kerumah saya siapa saja yang ingin bicara biasanya pembuka awal pembicaraan saya adalah soal pertanian karena saya konsen disitu ,untuk yang lainnya saya tidak tau,” ujar Moeldoko

Masa punya anak buah tidak boleh kemana mana ya di borgol saja, masa kudeta dari luar kudeta ya dari dalam,” tegasnya lagi

Persoalan ini kata mantan Panglima TNI itu, adalah tidak ada kaitannya sama sekali dengan Istana Kepresidenan. Maka lanjutnya, ini urusan pribadi dengan dirinya, bukan dalam jabatannya.

“Jadi itu urusan saya Moeldoko, ini bukan selaku KSP,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhyono alias AHY menyebut bahwa pihak-pihak yang berencana mengambil alih paksa kepemimpinannya di partai punya motif tertentu. Menurut informasi yang diterimanya, rencana itu kata AHY terkait Pemilu 2024.

“Ajakan dan permintaan dukungan untuk mengganti dengan paksa Ketum PD tersebut dilakukan baik melalui telepon maupun pertemuan langsung. Dalam komunikasi mereka, pengambilalihan posisi Ketum PD akan dijadikan jalan atau kendaraan bagi yang bersangkutan sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024 mendatang,” kata Agus saat menyampaikan keterangan pers di kantor Partai Demokrat, Jakarta, Senin 1 Februari 2021.

BACA JUGA:  H Budi Santoso Resmi Duduki Jabatan Sekda Kabupaten Lebak Yang Baru

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa AHY mengatakan :

“Gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo,” sebut AHY.