Kejagung Sebutkan Kasus Korupsi ASABRI Rugikan Uang Negara Rp 23,7 Triliun

127
Kejagung
JAKARTA,jawabarat.indeksnews.com_ Kepala Pusat Penerangan Hukum (PPH) Kejaksaan Agung (Kejagung) Leonard Eben Ezer Simanjuntak, menyebutkan kasus korupsi ASABRI merugikan uang negara hingga Rp 23,7 triliun.

Leonard Eben Ezer membeberkan kronologi kasus korupsi ASABRI yang melibatkan 8 orang tersangka yang dibidik bsejak tahun 2012 hingga 2019, Selasa (01/02/21).

Melansir dari suara.com, Direktur Utama, Direktur Investasi dan Keuangan serta Kadiv Investasi Asabri bersepakat dengan Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro, dan Lukman Purnomosidi.

Heru Hidayat adalah Komisaris PT Trada Alam Minera, sementara Benny merupakan Dirut PT Hanson International Tbk, sedangkan Lukman ialah Direktur Utama PT Prima Jaringan.

“Mereka bersepakat untuk membeli dan menukar saham portofolio Asabri dengan saham milik tiga orang tersebut,” beber Leonard Eben Ezer.

Dalam opradi kasus ASABRI, Heru, Benny, dan Lukman sebagai pihak luar kemudian mengendalikan dan mentransaksikan saham-saham yang telah menjadi milik ASABRI.

“Mereka bekerja sama dengan Direksi ASABRI membuat saham tersebut seolah-olah bernilai tinggi dan liquid. Padahal transaksi semu tersebut hanya mempertebal kantong mereka saja dan menimbulkan kerugian terhadap investasi ASABRI,” katanya.

Pihak penyidik Jampidsus Kejagung akhirnya menetapkan 8 orang tersangka dalam kasus korupsi tersebut. Sementara itu, baik Benny dan Heru ternyata juga merupakan tersangka kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

“Delapan orang tersangka adalah inisial ARD, SW, HS, BE, IWS, LP, BT dan HH,” terang Leonard.**

Artikel sebelumyaRektor Unhan Pimpin Acara Penandatanganan Perjanjian Kinerja Pejabat Eselon I, II, III dan IV
Artikel berikutnyaBandara Taksi Terbang Pertama di Dunia, Ada di Inggris