Satpol PP Kota Tangsel, Gerebek Tempat Esek-esek Petugas Temukan Barang Ini

212
Gerebek Tempat Esek-esek di Tangsel, Petugas Temukan Barang Ini
Satpol PP KOTA TANGSEL GREBEK TEMPAT ESEK ESEK ftistw
TANGSEL,banten.indeksnews.com –  Petugas Satpol PP Kota Tangsel mengamankan 12 pasangan bukan suami istri dan beberapa barang bukti, diantaranya berupa alat kontrasepsi. Mereka di amankan saat tengah berhubungan badan di hotel dan sejumlah indekos di kawasan Rawa Buntu, Serpong, pada Rabu (3/2/2021) sore.

Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Kota Tangsel, Muksin Al Fachri mengatakan, grebek tempat esek-esek berawal dari laporan masyarakat yang resah terhadap aktivitas disitu .

” hasil Grebek tempat esek esek Satpol PP Kota Tangsel didapati Pasangan mesum ini diamankan, transaksi lewat aplikasi media sosial, ceweknya open booking order (BO). Aktivitas itu diketahui dari laporan masyarakat,” jelas Muksin dikonfirmasi, Rabu (3/2/2021).

“Untuk cewek usianya berkisar 21 tahun ke atas. Tarifnya bervariasi mulai dari Rp 400 ribu-800 ribu. Barang bukti alat kontrasepsi berupa kondom yang sudah digunakan dan masih utuh,” tambahnya.

Pasangan mesum yang terjaring razia itu terancam sanksi sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2012 Pasal 40 dan atau Pasal 41 dengan hukuman penjara 6 bulan atau denda maksimal Rp 50 juta.

“Tapi, saat ini kita lakukan pendalaman dulu terkait masing-masing peran dan latar belakang pasangan mesum ini. Apakah ada transaksi aktivitas seksual, termasuk tempatnya pun akan kami selidiki,” pungkasnya.

Dan ini sesuai dengan permintaan Sekretaris MUI Kota Tangsel yang akrab disapa Ustad Rojak.Dirinya meminta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), wartawan dan masyarakat untuk mengawasi kinerja aparat penegak hukum Polisi dan Satpol PP atas pembiaran merajarelanya prostitusi di Kota Tangsel, karena kerap kali berulang perlu diberi tindakan tegas.

“Soal main mata saya belum tau ya, kalaupun ada terindikasi kearah sana, ini perlu peran pengawasan media, LSM dan masyarakat. Bila sampai ada main mata, kongkalingkong antara pengusaha hotel, apartemen dan aparat, ini perlu ditindak tegas,” pintanya.

BACA JUGA:  SNI Satgas Nawacita Indonesia: Perubahan Paradigma Kelola Sampah Melalui EPR

Menurutnya, persoalan prostitusi jangan dianggap remeh. Ustad Rojak berjanji akan menyampaikan hal tersebut kepada Pemkot Tangsel dan aparat, dalam rapat Forkopimda dan lintas sektoral yang akan datang.

“Nanti dalam rapat Forkopimda akan kita sampaikan suara masyarakat ini, jangan dianggap angin lalu, jadi harus memahami masyarakat Tangsel yang ingin menjadikan Tangsel religious, jangan hanya selogan saja yang religius,” tukasnya.

Sementara Ketua Komisi 1 DPRD Kota Tangsel, Ali Rahmat saat dimintai komentarnya tentang maraknya prostitusi online di hotel wilayah Tangsel, dirinya meminta Satpol PP untuk segera melakukan tindakan.