Guru Ngaji Bunuh Pria di Bekasi, Gara gara Cinta Segi Tiga

195
Guru Ngaji Bunuh Pria di Bekasi, Gara gara Cinta Segi Tiga
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan ft istw
JABODETABEK, banten.indeksnews.com- Guru ngaji bunuh pria di bekasi akhirnya Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi berhasil mengungkap motif pembunuhan yang dilakukan MR (38) terhadap korban AD. Pembunuhan itu ternyata dilatarbelakangi oleh dendam dan cinta segitiga dalam kehidupan mereka. Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Telly Alvin mengatakan bahwa pelaku telah merencanakan pembunuhan tersebut.

“Kami mengamankan seorang berprofesi Guru ngaji tersangka setelah memiliki cukup bukti keterlibatan aksi tersangka dan menyita barang bukti gunting yang digunakan tersangka untuk membunuh korban,” katanya, Kamis (4/2/2021).

Menurut pengakuan tersangka , pembunuhan ini bermotif adanya dendam dan cinta segitiga dalam kehidupan mereka yang berawal saat anak korban melakukan tindakan asusila terhadap anak pelaku.

Selain itu, pelaku juga memiliki hubungan asmara dengan istri korban. ”Jadi pelaku sudah merencanakan pembunuhan tersebut,” katanya.

”Masih terus kita dalami, dan gali keterangan pelaku,” katanya.

Sebelumnya, polisi mengungkap kasus pembunuhan berencana di Kampung Srengseng Kaliabang, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Selasa (2/2/2021). Korban AD ditemukan tewas dalam kamar mandi dengan kondisi sangat mengenaskan dengan laporan awal tewas karena bunuh diri.

Polres Metro Bekasi telah menggali kuburan tempat jasad AD dimakamkan di di TPU Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, untuk memastikan penyebab kematian korban.

“Kami melaksanakan gali kubur dan autopsi jenazah korban,” kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan, saat gelar perkara di Bekasi, Kamis (4/2).

Konferensi Pers Polres Metro Bekasi
Konferensi Pers Polres Metro Bekasi

Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan tim forensik RS Polri Kramatjati di TPU Sukatani, polisi memastikan korban meninggal akibat dibunuh menggunakan benda tajam.

“Hasil autopsi membenarkan korban tewas karena ditusuk menggunakan gunting,” beber Hendra.

Dugaan itu diperkuat dengan temuan sejumlah luka sobek di sejumlah bagian tubuh korban. Setelah proses autopsi selesai, jasad AD kembali dikebumikan.

BACA JUGA:  Viral Di Medsos Angkot Terguling Usai Hindari Pemotor Jatuh di Sukabumi

Dalam proses itu, kata Kombes Hendra, tersangka MR bin T juga dihadirkan di lokasi. Dia muga diminta menunjukkan barang bukti dalam aksi kejahatannya seperti gunting dan baju.

Tersangka MR bin T dijerat dengan pasal pembunuhan berencana dan atau pembunuhan sesuai dengan pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana paling lama 20 tahun.

Kasus pembunuhan berencana ini terjadi di Kampung Srengseng Kaliabang, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (2/2).

Saat itu keluarga menemukan AD tewas dalam kamar mandi dengan kondisi mengenaskan. Awalnya, korban diduga meninggal akibat bunuh diri.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Telly Alvin mengatakan, pembunuhan ini diduga pembunuhan berencana yang dipicu dendam.

“Korban AD berprofesi sebagai tukang kelapa di Klender, Jakarta Timur dan pelaku MR merupakan seorang guru ngaji,” ungkap Telly Alvin.

Selain itu, tersangka juga memberi pengakuan bahwa motif yang melatarbelakangi pembunuhan ini adalah adanya dendam dan cinta segitiga dalam kehidupan mereka.

Alvin menjelaskan, awalnya anak korban melakukan tindakan asusila terhadap anak pelaku. Namun, di sisi lain pelaku ternyata juga memiliki hubungan asmara dengan istri korban.

“Jadi pelaku sudah merencanakan pembunuhan itu. Korban merupakan tetangga pelaku. Korban dihabisi saat tengah tertidur lelap di rumahnya,” kata Alvin.

“Usai membunuh korban, pelaku mengarang cerita bahwa korban bunuh diri untuk mengelabui keluarga korban maupun warga setempat,” lanjut dia.

Saat ini penyidik Polres Metro Bekasi masih mendalami kasus pembunuhan berencana ini dengan menggali keterangan tersangka maupun beberapa saksi untuk mengungkap apakah ada keterlibatan pelaku lain dalam pembunuhan tersebut.

Artikel sebelumyaAnggota FPI Dicokok Densus, Ade Armando: Layak Disebut Organisasi Teroris
Artikel berikutnyaKemenag akan Bangun 20 Gedung Madrasah dengan Skema SBSN di Jabar