Densus 88 Dalami Keterlibatan Munarman Terkait Kasus Dugaan Terorisme Makassar

269
Densus 88 Dalami Keterlibatan Munarman Terkait Kasus Dugaan Terorisme Makassar
Munarman SH
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Densus 88 Antiteror Mabes Polri tengah mendalami keterilbatan mantan Sekretars Umum FPI, Munarman dengan terduga teroris Makassar yang melakukan pembaiatan ISIS sejak 2015 silam. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan bahwa terduga teroris Makassar saat pembaiatan dan Iidad diduga disaksikan Munarman.

“Itu terjadi pada tahun 2015, tentunya Densus 88 masih mendalami (keterlibatan Munarman),” kata Rusdi di gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Jumat (5/2/2021). Rusdi menegaskan, pihaknya akan memminta pertanggung jawabkan secara hukum siapapun yang terlibat dalam aksi teror, termasuk Munarman.

“Yang jelas siapa pun yang terlibat, terhadap suatu tindak pidana, pasti akan dimintakan pertanggung jawaban siapapun itu,” ucapnya. “Dan apabila terduga teroris Makassar melibatkan pemimpin FPI tentunya hal ini tidak menutup kemungkinan Densus 88 akan melakukan langkah- langkah sesuai dengan hukum yang berlaku,” tambah dia.

Sebelumnya diketahui, beredar sebuah video salah satu anggota teroris bernama Ahmad Aulia (30) yang ditangkap di Makassar dan mengaku sebagai anggota Front Pembela Islam (FPI).

Dalam video yang tersebar di media sosial, Ahmad mengaku dibaiat di hadapan Sekretaris Umum FPI Munarman untuk menjadi simpatisan ISIS.

Untuk diketahui, Densu Antiteror Polri menerbangkan 26 terduga teroris yang berhasil ditangkap di Makkasar dan Gorontalo ke Jakarta pada Kamis (4/2) kemarin.

Sebanyak 26 terduga teroris ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) khusus tindak pidana terorisme di Cikeas, Bogor, Jawa Barat

BACA JUGA:  Goenardjoadi Goenawan MM Penulis Buku Mega skandal abad XXI BLBI, Uang zaman now disebut uang Giral Uang bukan Tunai.
Artikel sebelumyaKementerian ATR/BPN Ganti Sertifikat ke Elektronik, Awas Oknum Petugas BPN Gadungan Gentayangan
Artikel berikutnyaMoeldoko Tegaskan Tak Ada Urusan dengan Kondisi Internal Demokrat